WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri luar negeri AS, Hillary Clinton menerima keputusan pemimpin Palestina Mahmud Abbas untuk mengakhiri politiknya pada hari yang bernilai, pemilu Januari mendatang. "Pertemuan Clinton dan Abbas pada Sabtu lalu rupanya telah memicu kemarahan waga Palestina," kata Amerika meski mereka sangat menghormati Abbas dan kepemimpinannya di negara setempat.
Abbas, menurut Clinton adalah pemimpin yang memiliki tantangan besar ke depan. "Dia telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan konflik Israel - Palestina. Saya mencari orang yang bisa bekerja seperti Presiden Abbas dalam kapasitas barunya untuk mencapai tujuan itu," katanya.
Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, sejak awal Abbas dalah partner yang cocok bagi Amerika. Gibbs menolak jika hal itu dikaitkan sebagai implikasi dari keputusan Presiden Obama mengupayakan perdamaian di Timur Tengah.

