Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:42 WIB
Al Qaeda Mengaku Bertanggung Jawab
Josephus Primus | primus | Kamis, 5 November 2009 | 22:34 WIB
|
Share:

DUBAI, KOMPAS.com - Kelompok Al Qaeda, pada Kamis (5/11) menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan tujuh petugas keamanan Yaman dalam penyergapan di dekat tapal batas Arab Saudi pada pekan ini.
   
Serangan pada Selasa itu terjadi pada hari sama pemberontak Yaman membunuh seorang perwira keamanan Arab Saudi dalam serangan lintas perbatasan, menggarisbawahi peningkatan ancaman keamanan dari Yaman terhadap sekutu Amerika Serikat, Arab Saudi, penghasil terbesar minyak dunia.
   
Serangan atas perwira Yaman itu dilakukan di daerah lembah Hadramaut sewaktu mereka kembali dari kunjungan ke pos Yaman di perbatasan Arab Saudi. "Gerakan itu untuk mendukung saudara kami, yang dipenjarakan di Hadramaut, Sanaa dan tempat lain, dan terhadap semua yang mencoba menyakiti pejuang," kata pernyataan sayap semenanjung Arab Al Qaeda di laman pejuang.
   
Pejabat Yaman pada saat itu menyatakan bahwa mereka mencurigai Al Qaeda di belakang serangan tersebut, karena gerilyawannya giat di daerah itu, tempat penyergapan tersebut dilakukan.
   
Negara barat dan Arab Saudi menakutkan Al Qaeda akan mendapat peluang dari pemberontakan Syiah di bagian utara Yaman dan rasa memberontak di selatan.
   
Al Qaeda pada awal tahun ini menyatakan cabang Saudi dan Yaman-nya bergabung ke dalam kelompok di semenanjung Arab untuk memperluas serangannya guna menggoyahkan pemerintah dukungan Barat di kawasan itu. Riyadh menyatakan banyak gerilyawan buron Saudi berada di Yaman. Satu di antaranya kembali pada Agustus, berpura-pura meninggalkan kekerasan, tapi lalu mencoba membunuh Wakil Menteri Dalam Negeri Saudi Pangeran Mohammed bin Nayef.
   
Pengulas menyatakan kendali pemerintah pusat dalam bahaya kandas di Yaman, negara bergunung-gunung berpenduduk 23 juta, yang dipandang sebagai satu dari negara termiskin di dunia.
   
Kelompok bersenjata itu menggunakan berbagai senjata dalam serangan mereka di wilayah Jazan --yang bergunung-- itu katanya, tanpa merinci. Jazan jauh dari sarana penting minyak negara penghasil minyak tersebut.
   
Pejabat pemerintah Yaman menyatakan media Iran mendukung kelompok gerilyawan itu, yang menamakan diri Houthi, setelah pemimpin suku dan agama mereka serta Presiden Ali Abdullah Saleh mengatakan tokoh agama Iran memberikan dana.
   
Penguasa kawakan Saleh juga menghadapi gerakan pemberontakan di selatan dan Arab Saudi menguatiri keguncangan itu membantu Al Qaeda melancarkan serangan lagi di sana.
   
Gerilyawan Syiah Yaman pada Rabu menyatakan serangan mereka terhadap Arab Saudi sebenarnya ditujukan pada pasukan Yaman di sana, kata laporan stasiun televisi Arab, Al-Jazeera.
   
Mohamed Abdel Salam, juru bicara gerilyawan Al-Houthi, pada Selasa menyatakan Arab Saudi mengizinkan tentara Yaman memanjat gunung Dukhan, tempat tentara Sana`a melancarkan serangan baru terhadap mereka. Gerilyawan menuduh penjaga Arab Saudi tak menanggapi permintaan mereka untuk menghentikan serangan tentara Yaman.
   
Juru bicara itu menambahkan bahwa penjaga Arab Saudi melepaskan tembakan di wilayah Yaman pada Rabu, dengan sasaran satu kendaraan, yang menewaskan satu orang serta melukai seorang lagi.
   
Angkatan udara Arab Saudi menyerang benteng pertahanan pemberontak Syiah di Yaman utara dan menewaskan dua petugas keamanan Yaman di perbatasan itu, kata Elaph, surat kabar Arab Saudi, yang bermarkas di London, pada Kamis.

 

 

Sumber :
Ant
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu