Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:16 WIB
Iran dan Suriah Saling Bantah
Josephus Primus | primus | Kamis, 5 November 2009 | 20:35 WIB
|
Share:

BBC
Israel sita senjata yang diduga bakal dikirim untuk kelompok Hizbullah.

TERKAIT:

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran dan Suriah membantah tudingan Israel yang mengatakan bahwa kedua negara itu menjadi pemasok senjata untuk Hizbullah.

Sebelumnya, militer Israel menangkap sebuah kapal di Laut Tengah dan menuding kapal tersebut membawa persenjataan dari Iran dan Suriah bagi Hizbullah. Militer Israel mengklaim pengiriman senjata itu adalah yang terbesar selaman ini.

Israel mengatakan persenjataan itu datang dari Iran dan dipesan Suriah untuk gerilyawan Hizbullah di Libanon. Israel kini tengah gencar memerangi penyelundupan senjata baik untuk Hizbullah dan Hamas.

Di Teheran, Kamis (5/11), Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menggelar jumpa pers bersama Menlu Suriah Walid Muallem yang tengah melakukan kunjungan kerja. "Sayangnya, beberapa bajak laut resmi di lautan, terkadang berseragam angkatan laut. Dengan mengatasnamakan pemeriksaan, mereka menghancurkan hubungan dagang antara Iran dan Suriah," kata Muallem.

"Kapal ini tidak membawa senjata ke Suriah dan tidak membawa barang-barang militer untuk pabrik senjata di Suriah. Kapal ini membawa barang-barang impor dari Suriah ke Iran," ujar Muallem.

Iran dan Suriah diduga kuat sebagai pendukung utama Hizbullah. Sejauh ini Hizbullah belum mengomentari penangkapan kapal tersebut.

Menurut militer Israel, kapal bernama Francop berbendera Antigua itu dicegat di dekat Siprus dan kini tengah ditarik menuju pelabuhan Ashdod.

Peti kemas di dek kapal itu kemudian dibuka dan di dalamnya ditemukan roket, granat tangan, dan sedikitnya 3.000 misil.

Bukti kuat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan persenjataan itu sedianya akan digunakan untuk menyerang kota-kota Israel.

"Siapapun yang membutuhkan bukti kuat bahwa Iran terus mengirim senjata kepada organisasi teroris hari ini mendapatkan bukti-bukti tak terbantahkan itu," kata Netanyahu.

Militer Israel mengatakan sertifikat kargo menunjukkan kapal itu berlayar dari Iran menuju Suriah. Dari Suriah persenjataan itu kemudian akan dikirim untuk Hizbullah di Libanon. Namun, militer tidak menunjukkan dokumen-dokumen kapal itu.

Tahun 2006 lalu selama satu bulan penuh Israel dan Hizbullah terlibat pertempuran yang mengakibatkan sebanyak 1.200 orang tewas di Libanon dan 160 orang lainnya di Israel.

Analis Timur Tengah BBC Roger Hardy mengatakan meskipun wilayah perbatasan utara Israel relatif tenang sejak 2006 lalu, Israel dan Hizbullah yakin suatu hari pertempuran antara keduanya akan kembali pecah.

 

Sumber :