JAKARTA, KOMPAS.com — Juara dunia Formula 1 2009, Jenson Button, mengaku sedih mengetahui Toyota mundur dari ajang balap mobil paling bergengsi di dunia ini. Pasalnya, dalam tahun ini ada dua pabrikan yang memilih untuk meninggalkan F1 karena alasan serupa, yaitu krisis finansial.
Seperti yang sudah diwartakan, musim depan Toyota tak tampil lagi karena mereka mengalami kendala keuangan, menyusul menurunnya penjualan mereka sejak terjadi krisis ekonomi berkepanjangan selama ini.
"Menyedihkan. Saya pikir, mereka akan melanjutkan kompetisi di sini, tetapi mereka tak mampu. Ini merupakan hal yang menyedihkan di F1, dan tentu saja untuk Toyota," ungkap Button dalam Race of Championships, Rabu (4/11).
"Agak menyedihkan, tetapi harapannya kami bisa bertahan tanpa mereka. Tahun ini, dua pabrikan mengundurkan diri."
"Memang, musim depan ada dua tim baru datang. Tetapi mereka belum menunjukkan kemampuannya, apakah kompetitif atau tidak. Karena itu menyedihkan, tetapi mereka juga memiliki alasan tersendiri, seperti halnya yang dilakukan Honda," tambah Button, yang masa depannya sempat tak menentu di awal musim 2009 karena Honda memutuskan untuk keluar dari olahraga mahal ini.
Button beruntung karena Ross Brawn menyelamatkan kariernya. Bos Brawn GP tersebut memakai tenaganya dan dia membayar kepercayaan tersebut dengan sebuah prestasi fantastis, yaitu menjadi juara dunia sekaligus membawa Brawn sebagai raja konstruktor.
Tentang masa depannya bersama Brawn, Button, yang untuk pertama kali sepanjang kariernya meraih gelar juara dunia, mengaku sedang melakukan pembicaraan. Namun, sampai sekarang belum ada kesepakatan meskipun dia tetap optimistis hal itu (kesepakatan) akan tercapai.
"Saya pernah mengatakan bahwa setelah balapan (musim ini), saya akan berdiskusi untuk tahun depan. Tetapi, sekarang saya belum bisa mengatakan apa pun. Saya perlu waktu, tetapi keputusan itu akan segera diambil," tutur pebalap Inggris ini.


