KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Culik Ulama, 23 Anggota CIA Masuk Bui
Kamis, 5 November 2009 | 17:00 WIB
BBC
Operasi penculikan itu dikenal sebagai operasi randisi atau operasi pemindahan orang secara paksa. Biasanya, pemindahan macam itu dilakukan menggunakan pesawat jet pribadi.

MILAN, KOMPAS.com — Adalah Osama Mustafa Hassan, seorang ulama kelahiran Mesir yang tinggal di Milan. Pada Februari 2003, tokoh yang kerap dipanggil Abu Omar itu diculik di jalan pada siang hari.

Oleh para penculik, yang terbukti anggota CIA, Abu Omar diterbangkan pertama ke Jerman. Dari situ, dia diterbangkan lagi ke Mesir. Selama empat tahun, Omar ditahan. Omar mengaku selama masa itu mengalami penyiksaan.

Operasi penculikan itu dikenal sebagai operasi randisi atau operasi pemindahan orang secara paksa. Biasanya, pemindahan macam itu dilakukan menggunakan pesawat jet pribadi. Lebih dari 3.000 tersangka dipindahkan dengan penerbangan rahasia yang dioperasikan oleh CIA itu.

Selanjutnya, pengadilan Italia, pada Jumat (5/11), menyatakan 23 agen CIA dan dua warga Italia dinyatakan bersalah. Para agen yang dinyatakan bersalah itu antara lain Robert Lady, mantan kepala CIA di Milan. Dia dijatuhi hukuman penjara delapan tahun, sedangkan para agen Amerika lainnya dijatuhi hukuman penjara lima tahun.

In absensia

Semua warga Amerika itu diadili secara in absensia. Amerika Serikat menolak mengekstradisikan mereka ke Italia.

Kebijakan randisi luar biasa pernah digunakan oleh sejumlah presiden Amerika, tetapi baru di bawah pemerintahan George W Bush pasca-serangan 11 September kebijakan itu menjadi terkenal luas. Presiden Bush membolehkan penggunaan randisi dengan mengatakan, Amerika Serikat menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi selama ini.

Namun, kalangan pengkritik menyebut randisi sebagai penyiksaan dengan menggunakan pihak lain. Mereka mengatakan, kebijakan itu bertujuan untuk melangkahi undang-undang Amerika dan menempatkan para tahanan di tangan negara-negara yang terkenal dengan penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber :BBC Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.