Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:04 WIB
Dalai Lama Gusarkan China Lagi
| tof | Kamis, 5 November 2009 | 06:32 WIB
|
Share:

NEW DELHI, KOMPAS.com - Dalai Lama, yang dicap China sebagai separatis, hari Minggu akan memulai kunjungan sepekan lamanya ke sebuah provinsi terpencil India yang juga diklaim oleh Beijing, sementara kedua negara itu berjuang mengatasi pertikaian perbatasan.

Pemimpin spiritual Tibet yang diasingkan itu telah membela kunjungan ke Arunachal Pradesh itu sebagai sekadar kunjungan ceramah, tetapi rencana kunjungan itu telah menimbulkan kritik keras dari Beijing. Kunjungan itu dilakukan hanya dua bulan setelah Dalai Lama mengunjungi Taiwan, sebuah pulau yang juga diklaim China.

Dalai Lama melarikan diri dari Tibet ke India tahun 1959, setelah sebuah pemberontakan gagal terhadap kekuasaan China. Beijing menyebutnya separatis berbahaya yang mendorong kemerdekaan Tibet, sebuah tuduhan yang dibantahnya. Dia mengatakan, dia hanya mencari otonomi bagi Tibet.

Kunjungan ke Arunachal Pradesh terjadi pada saat kedua raksasa Asia itu, yang bertikai soal perbatasan tahun 1962, mencoba menurunkan ketegangan mengenai mobilisasi pasukan sepanjang perbatasan mereka yang dipertikaikan. Meningkatnya perdagangan telah memperbaiki hubungan, tetapi kecurigaan masih tetap ada.

”Kunjungan Dalai Lama itu merupakan sebuah pengakuan diam-diam bahwa Tawang adalah bagian dari India,” kata Srikanth Kondapalli, Kepala Kajian Asia Timur pada Universitas Jawaharlal Nehru, Rabu (4/11).

Tawang, di Arunachal Pradesh, tempat kelahiran Dalai Lama keenam dan bagian dari wilayah yang dianggap Beijing sebagai Tibet ”bagian selatan”, ada di pusat pertikaian perbatasan itu.

Jubir Kemlu China, Ma Zhaozu, mengatakan, kunjungan itu memperlihatkan sikap anti-China Dalai Lama yang mencoba merongrong hubungan Beijing dengan India. (Reuters/AP/DI)

Sumber :
Kompas Cetak