HANOI, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas karena badai tropis Mirinae meningkat menjadi 91 jiwa di Vietnam hingga hari Rabu (4/11). Pihak berwenang juga tetap meningkatkan operasi penyelamatan dan bantuan di kawasan tengah negara itu.
Di Provinsi Phu Yen, yang paling parah terpukul, dilaporkan 26 orang tewas lagi. Informasi masuk sedikit demi sedikit dari daerah-daerah yang terisolasi, membuat jumlah korban tewas terus bertambah, sebagaimana diutarakan seorang pejabat yang menangani bencana bernama Dang Thi Lanh. Sejumlah 13 orang lain dinyatakan hilang.
Di tempat lain, masih di Phu Yen, badai dan banjir juga menewaskan sejumlah warga dan lima warga dinyatakan hilang.
”Di Phu Yen, tentara dengan perahu-perahu cepat membawa mi instan, air, dan pakaian kepada para korban di daerah-daerah banjir karena mereka telah kelaparan selama beberapa hari terakhir,” kata Lanh. Tiga helikopter militer juga mendistribusikan makanan bagi para korban di daerah-daerah terisolasi.
Walaupun air banjir telah mulai menyurut, banyak daerah masih terendam air. Pihak berwenang telah mengevakuasi hampir 15.000 orang dari Phu Yen. Sebagian diselamatkan dari atap-atap rumah, yang tergenang akibat meluapnya Sungai Ha Thanh.
”Di Provinsi Binh Dinh, dua helikopter militer mendistribusikan makanan dan air kepada para penduduk desa yang masih terperangkap di daerah-daerah yang terisolasi,” kata Ho Quoc Dung, Wakil Ketua Komite Rakyat provinsi itu.
Perdana Menteri Nguyen Tan Dung mengirim telegram hari Selasa malam untuk mendesak pihak berwenang setempat menggunakan semua cara untuk membawa orang-orang yang masih terperangkap ke tempat aman dan memberi mereka tempat penampungan sementara serta makanan.
Komite bencana nasional Vietnam mengatakan, Mirinae, yang memukul Filipina sebagai sebuah topan mematikan pada akhir pekan, telah menghancurkan 700 rumah dan merusak lebih dari 13.000 rumah lainnya ketika menghantam daerah pesisir tengah Vietnam hari Senin.
Sekitar 5.000 hektar ladang rusak atau tergenang air banjir. Lebih dari 50.000 orang mengungsi dari provinsi-provinsi pesisir itu sebelum badai itu datang.
Adapun di Kamboja, Mirinae juga telah menewaskan dua orang.
Pihak berwenang Filipina hari Rabu melaporkan bahwa delapan orang tewas lagi karena topan Mirinae. Dengan demikian, jumlah korban tewas seluruhnya menjadi 27 orang.
Tujuh korban tewas dilaporkan di Provinsi Laguna dekat Manila dan satu di Provinsi Camarines Norte, di tenggara Manila. Dari total 19 korban tewas yang dilaporkan sebelumnya, sejumlah 12 orang terjadi di dua provinsi itu.
Sebagian besar yang tewas adalah karena tenggelam dalam banjir yang menyengsarakan lebih dari 300.000 orang, berdasarkan data dari Dewan Koordinasi Bencana Nasional Filipina dalam laporan paling akhir. Enam orang lainnya hilang.
Vietnam dan Filipina yang masih tergolong negara miskin kerap terkena badai tropis dan banjir, dengan keduanya terpukul keras oleh topan Ketsana pada bulan September. Ketsana dan topan Parma menyebabkan 1.100 tewas di Filipina.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

