NEW YORK, KOMPAS. com - Sejumlah masalah di Timur Tengah yang selama ini belum terpecahkan sebenarnya dapat diselesaikan jika Iran bersedia menerima usulan resolusi atas program nuklirnya. "Iran dapat menjadi pintu bagi terciptanya stabilitas di Timur Tengah," tutur Kepala Badan Atom dan Energi Internasional PBB, Mohamed El Baradei di New York, Rabu (4/11).
"Saya kira sangat jelas, kalau kita sukses akan hal itu, maka semuanya akan terbuka. Akan muncul era baru ketika Iran dan AS dapat bekerja sama," kata El Baradei di Dewan Hubungan Luar Negeri. Mereka mencatat, Iran memiliki peran penting dalam rekonstruksi Irak dan Afghanistan.
Menurut El Baradei, ada sebuah peluang ketika dua negara itu sama-sama ingin maju. Namun. semua ini tergantung peran Iran terutama dengan tawaran Barat lewat jalur diplomasi. Jika Israel sampai mengebom fasilitas nuklir Iran, maka ini akan mengakibatkan munculnya pertikaian baru di daerah itu.
Israel dan beberapa negara barat menduga Teheran memiliki kepentingan tertentu dengan persenjataan nuklirnya, meski selama ini Iran selalau berdalih nuklir tersebut untuk kebutuhan warga sipil. Di bawah kesepakatan dengan IAEA, Iran berjanji akan menyerahkan uraniumnya untuk ditukar dengan bahan bakar nuklir.
Kekuatan dunia di bawah AS saat ini tengah menyepakati untuk menghilangkan stok uranium. Mereka khawatir dengan apa yang dimiliki Iran sekarang akan digunakannya untuk memperkuat persenjataan. Namun hal ini telah ditolak Teheran.
ElBaradei mendukung pernyataan bahwa, apa yang dikatakan Iran belum bisa dipercaya sebelum ada bukti. Mereka menduga Iran ingin diakui sebagai kekuatan utama baik di tingkat regional maupun internasional. "Apa yang dilakukan Iran adalah upaya mendapatkan pengakuan akan kekuatan mereka," katanya. "Mereka percaya pengetahuan tentang nuklir akan menempatkan posisi mereka seperti AS.

