TEHERAN, KOMPAS. com - Para pendukung pemimpin oposisi Iran, Mirhossein Mousavi, Rabu (4/11) bentrok dengan aparat kepolisian setempat saat berunjuk rasa memperingati ulang tahun ke-30 penyerbuan kedutaan besar Amerika Serikat. Bentrok itu pun berubah menjadi kerusuhan saat polisi melepaskan tembakan ke arah para pemrotes di taman Haft-e-Tir. "Beberapa orang cedera," kata Mowjcamp.
Ribuan personel pasukan keamanan Iran digelar di jalan-jalan Teheran untuk mencegah para pendukung oposisi berkumpul. Mereka menggunakan tongkat untuk membubarkan para pengunjuk rasa.
Seorang saksi mata lain mengatakan, polisi menembakkan gas air mata ke massa dan menahan paling tidak lima pemrotes."Ada ratusan pengunjuk rasa, yang meneriakkan ’Allahu Akbar’. Jumlah polisi dan anggota milisi Basij lebih banyak daripada para pemrotes," kata seorang saksi mata.
Para personel Pengawal Revolusi Iran dan sekutunya, milisi Basij, telah memperingatkan kelompok oposisi agar tidak menggunakan pertemuan anti-AS itu untuk menghidupkan kembali protes terhadap keputusan ulama setelah pemilihan presiden Juni. Presiden Mahmud Ahmadinejad menang dalam proses tersebut.
Para pemimpin oposisi Mousavi dan Mehdi Karoubi, yang keduanya bertarung menghadapi Ahmadinejad dalam pemilihan presiden itu, mendesak para pendukung mereka turun ke jalan untuk memprotes pemerintah Ahmadinejad. Dalam aksi itu, Karoubi ikut bergabung dengan para pemrotes berjalan menuju bekas kedutaan besar Amerika.
Sekadar diketahui, para anggota kelompok garis keras Iran menyerbu kedutaan besar AS itu 4 November 1979 dan menahan 52 sandera AS selama 444 hari. Unjuk rasa antiBarat biasanya diselenggarakan di dekat bekas kedutaan besar AS - yang kini disebut 'den espionage' di Iran - untuk menandakan ulang tahun hari penyerbuan tahun 1979 itu, saat kedutaan besar itu diduduki.
Beberapa laman internet reformis menyerukan agar rakyat setempat berkumpul di dekat kedutaan besar Rusia, untuk memprotes pengakuan Moskow atas terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden dalam pemilihan 12 Juni."Puluhan polisi dan pasukan Basij juga berada di sekitar kedutaan besar Rusia," kata seorang saksi mata.
Saksi mata lain mengatakan puluhan polisi sedang berpatroli di sekitar kedutaan besar Inggris di Teheran tengah.
Kerusuhan setelah pemilihan presiden adalah yang terburuk di Iran dalam tiga dasawarsa belakangan ini. Pada September lalu, para pengunjuk rasa oposisi terlibat bentrokan dengan para pendukung pemerintah dan polisi dalam unjuk rasa pro-Palestina.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

