Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 22:56 WIB
Toyota Segera Tinggalkan Ajang F1
A. Tjahjo Sasongko | cay | Rabu, 4 November 2009 | 11:50 WIB
|
Share:

Toyota di ajang F1

TOKYO, KOMPAS.com — Toyota Motor mengumumkan, Rabu, bahwa mereka akan mundur dari ajang lomba Formula Satu (F1) mulai tahun depan, demikian dilaporkan koran Jepang, Mainichi, Rabu.
    
Laporan mundurnya industri otomotif itu dari kancah F1 tidak terlepas dari menurunnya penjualan mereka sejak terjadi krisis ekonomi berkepanjangan selama ini.

Bila ini benar terjadi, mundurnya Toyota merupakan pukulan besar bagi penyelenggara F1 setelah pabrik raksasa nomor dua Jepang Honda mundur Desember lalu dalam usaha memotong dana pengeluaran mereka.

Ini merupakan efek bola salju dari mundurnya beberapa perusahaan Jepang dari dunia olahraga otomotif, setelah Subaru dan Suzuki mundur dari olahraga reli mobil dan pembuat sepeda motor Kawasaki menarik tim mereka dari perlombaan MotoGP karena menurunnya pasar mereka.

Pabrik ban Jepang Bridgestone awal minggu ini mengumumkan menarik diri dari pemasokan ban F1 mulai musim 2010. Sirkuit Fuji International Speedway Toyota, Juli, pun mundur dari hak menyelenggarakan Jepang Grand Prix 2010 dengan alasan sedang berusaha mengatasi krisis ekonomi global.

Mundurnya perusahaan Jepang dari F1 dimulai dari hengkangnya Honda sebagai pemasok mesin Super Aguri dengan alasan finansial pada awal tahun lalu.

Toyota merupakan satu-satunya tim Jepang yang tinggal di F1, tetapi tidak memiliki pebalap untuk musim depan dan menarik diri sebagai pemasok mesin Williams mulai musim 2010. Pabrik mobil terbesar dunia itu gagal meraih kemenangan sejak mengikuti lomba F1 pada 2002, sedangkan anggaran mereka melangit sebesar sekitar 300 juta dollar AS.
    
Dengan perginya pabrik itu, kini tinggal tiga pabrik yang berada di F1—Ferrari (FIAT), Mercedes, dan Renault. Namun, terbuka peluang bari pemilik baru BMW-Sauber dari Swiss untuk tampil sebagai tim ke-13 dalam perlombaan itu.

Toyota menandatangani perjanjian concorde awal tahun ini, berisikan komitmen mereka berada dalam ajang F1 setidaknya hingga 2012 sehingga mundurnya mereka kelihatannya butuh semacam izin legal.

Koran Yomiuri melaporkan, Toyota memperhitungkan peningkatan produksi tahunan mereka hingga Maret 2010 ke batas 13 persen menjadi tujuh juta  kendaraan dari yang sebelumnya 6,2 juta pada Februari.

Sumber :
ANT