Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:22 WIB
Taliban: Kami Siap untuk Perang yang Panjang
| jimbon | Rabu, 4 November 2009 | 05:47 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Kelompok Taliban Pakistan rupanya gerah juga dengan berbagai klaim kemenangan militer Pakistan atas mereka. Seorang juru bicara kelompok Taliban, Azam Tariq, mengatakan, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi perang yang lama melawan operasi militer.

Berbicara melalui telepon kepada kantor berita Associated Press, Selasa (3/11), Tariq membantah klaim kemenangan militer di Waziristan Selatan. Dia menuturkan, anggota Taliban sedang menarik pasukan militer Pakistan menuju sebuah jebakan.

Taliban, kata Tariq, sengaja mundur dari beberapa area agar bisa menarik tentara lebih jauh ke jantung kekuasaan Taliban. Militer Pakistan jarang merambah wilayah Waziristan Selatan yang bergunung-gunung di barat laut Pakistan itu. Analis keamanan menilai, ujian sebenarnya dalam operasi militer itu adalah menghadapi Taliban di jantung kekuasaan mereka.

”Kami siap untuk perang yang panjang,” ujarnya. Tariq juga membantah klaim bahwa sudah ratusan anggota Taliban yang tewas dalam operasi militer. Menurut dia, hanya 11 orang anggotanya yang tewas sejauh ini.

Berbagai laporan dari Waziristan Selatan sulit untuk dikonfirmasi kebenarannya. Wartawan dan para pekerja kemanusiaan dilarang mendekati zona perang. Sejak pertengahan Oktober, militer Pakistan meluncurkan operasi besar-besaran untuk menumpas Taliban. Militer menargetkan operasi itu bisa selesai dalam waktu delapan pekan.

Operasi militer itu memicu aksi pembalasan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan berbagai serangan di seantero Pakistan yang menewaskan hingga 300 orang dalam beberapa pekan terakhir. Dengan sulitnya medan di Waziristan Selatan, ditambah berbagai serangan di seantero Pakistan, banyak pihak ragu bahwa operasi militer akan berjalan sesuai dengan rencana.

Dalam sebuah video yang dirilis pada bulan ini, pemimpin Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud, mengatakan, anggotanya akan menghentikan serangan-serangan dan akan memilih berperang dengan India, bukannya Pakistan, jika Pemerintah Pakistan berhenti mengikuti perintah Amerika Serikat. AS mendukung operasi militer Pakistan di Waziristan Selatan guna menjamin keberhasilan misi mereka di Afganistan.(ap/reuters/fro)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu