HAMBURG, KOMPAS.com — Maskapai penerbangan Air France menjadi yang pertama di Eropa menggunakan pesawat jenis Airbus A380. Penyerahan dari pihak Airbus kepada Air France terlaksana pada Jumat pekan lalu di Hamburg. Pesawat tersebut juga menandai pengiriman ke-20 jenis A380 oleh Airbus.
Penyerahan pesawat dilakukan dalam sebuah upacara oleh Tom Enders, Presiden dan CEO Airbus, kepada Pierre-Henri Gourgeon, Chief Executive Officer Air France KLM, dan Jean-Cyril Spinetta, Ketua Dewan Direksi Air France KLM, disaksikan oleh James Moravecek, Presiden Engine Alliance.
Dalam upacara itu, Air France memamerkan kabin pesawat yang sangat luas dan nyaman dengan 538 kursi dalam tiga konfigurasi kelas (9 kursi untuk kelas satu, 80 kursi untuk kelas bisnis, dan 449 kursi untuk kelas ekonomi). Kabin pesawat dilengkapi sistem tata cahaya yang inovatif dengan beberapa skenario tata cahaya berbeda yang memberikan suasana tenang bagi penumpang.
Pada Juni 2001, Air France memesan 10 pesawat jenis A380 dan menambah pesanan dua pesawat pada 2007.
Pesawat Airbus A380 milik Air France akan memulai penerbangan perdananya pada 20 dan 21 November 2009 dengan rute Paris-New York-Paris. Sebagai operator Airbus terbesar di Eropa dengan jumlah pesawat 183, perusahaan penerbangan itu saat ini mengoperasikan 34 pesawat A330 dan A340 serta 140 pesawat keluarga A320.
Air France pertama kali menerima pengiriman pesawat Airbus pada 1974 dan menjadikannya perusahaan penerbangan pertama di seluruh dunia yang mengoperasikan pesawat Airbus jenis lorong tunggal dari keluarga A320.
Pesawat A380 milik Air France yang baru saja dikirim adalah pesawat jenis A380 ke-20 yang dikirim oleh Airbus. Dari jumlah itu, 10 di antaranya telah dioperasikan oleh Singapore Airlines, lima oleh Emirates, dan empat oleh Qantas.
Hingga saat ini, armada A380 telah mengumpulkan lebih dari 75.000 jam terbang di lebih dari 7.900 penerbangan komersial. Lebih dari 2,5 juta penumpang telah menikmati penerbangan bersama A380.
Airbus telah membukukan 200 pesanan pesawat jenis A380 dari 16 konsumen di seluruh dunia, termasuk Air France.


