Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:14 WIB
Terkait Nuklir, Iran Harus Tanggapi Cepat Proposal IAEA
Egidius Patnistik | primus | Senin, 2 November 2009 | 18:27 WIB
|
Share:

AFP/ POOL/DOMINIC FAVRE
Perunding utama Iran mengenai program nuklir Iran, Saeed Jalili (kedua dari kiri), duduk bersama anggota delegasi Iran. Pada Kamis (1/10) berlangsung perundingan Iran dengan enam negara soal program nuklir di Geneva, Swiss.

TERKAIT:

MOSKWA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband, Senin (2/11), mengatakan, Iran harus merespons cepat usulan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yaitu mengirim uraniumnya ke luar negeri untuk pemrosesan lebih lanjut.

"Kami berdua ingin melihat respons yang cepat dari pemerintah Iran terkait usulan terhadap reaktor riset Teheran," kata Miliband kepada wartawan setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Moskwa.

Berdasarkan proposal IAEA, Iran harus mengirim uranium yang telah diperkaya rendah (LEU) ke luar negeri untuk dilakukan pemrosesan lebih lanjut. Uranium itu lalu dikirim kembali dalam keadaan sudah lebih diperkaya ke reaktor riset di Teheran.

Menlu Iran Manouchehr Mottaki, Senin, mengatakan, negaranya ingin agar IAEA membentuk sebuah komite untuk meninjau kesepakatan tersebut. Dia mengatakan, Iran akan terus memperkaya uranium untuk keperluan nuklirnya.

Menlu Rusia, Lavrov, mengatakan, ia berharap Iran menyetujui proposal IAEA itu. Dia juga mengusulkan sebuah pertemuan baru negara-negara kuat dunia, yaitu Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia, dan AS, dengan Iran untuk membahas program nuklir negara itu. "Itu bukan pertemuan terakhir untuk mendiskusikan pertanyaan prosedural, tetapi suatu kesempatan di mana dialog yang pantas harus dilakukan terkait proposal-proposal itu," kata Lavrov.

Sumber :
AP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu