Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:12 WIB
Pejuang Uzbekistan, Andalan Taliban
| ono | Senin, 2 November 2009 | 05:47 WIB
|
Share:

AFP/Anwar Ullah
Pada gambar yang diambil pada 24 Oktober terlihat anggota milisi khusus yang berkumpul di Bajaur, Pakistan. Mereka bertekad memerangi Taliban dari wilayahnya. Dalam serangan ke basis-basis Taliban di perbatasan Pakistan-Afganistan, pemerintah juga meminta peran kelompok suku untuk membantu pasukan pemerintah.

TERKAIT:

KOMPAS.com-Babak baru yang menantang semakin mengharu biru penduduk asli Uzbekistan di Asia Tengah, terutama di Pakistan. Setelah terputus selama bertahun-tahun dari tanah airnya, hidup di tengah kelompok besar militan dan berjuang bersama Taliban, kini mereka mencoba keluar, mengungsi dan melarikan diri.

Pejabat Pakistan mengungkap hal itu di Islamabad, Minggu (1/11). Dilaporkan, setelah jauh dari rumah dan tidak tahu akan pergi ke mana lagi, penduduk Uzbek mulai putus asa. Sebelumnya mereka bergabung dengan Taliban. Dalam setiap pertempuran, penduduk asli Uzbek ini terkenal gesit, bahkan brutal.

Penduduk asli Uzbek adalah kelompok terbesar di antara militan asing di Pakistan. ”Saya tidak percaya, orang-orang ini akan tinggal di sana dan bertempur sampai mati. Sekarang mereka malah berusaha melarikan diri,” kata Rahimullah Yusufzai, seorang analis khusus di daerah-daerah kesukuan.

”Mereka akan terus melarikan diri untuk bertahan hidup,” tambah Rahimullah. Tindakan itu diduga kuat karena tidak tahan terhadap serangan pasukan Pemerintah Pakistan sejak 17 Oktober, saat itu pasukan pemerintah mulai menyerang secara besar-besaran untuk menghancurkan pergerakan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Mencari tempat baru

Ini adalah sebuah gerakan di daerah yang dikuasai sejumlah kelompok suku di pegunungan Waziristan Selatan, perbatasan dengan Afganistan.

Salah satu sel pusat pejuang asing itu terkonsentrasi di Sherwangi. ”Di desa ini ada satu sel pejuang asing. Teroris Uzbek menghadang kami dengan sebuah pertarungan hebat,” kata Mayor Jenderal Khalid Rabbani, Komandan Divisi Infanteri 9 Pakistan, pekan lalu. Namun setelah beberapa hari melakukan perlawanan, Uzbek dan pemberontak lainnya menghindari pasukan pemerintah. Namun, mereka terus melakukan perlawanan di tempat lain di daerah itu.

Pada Sabtu lalu, dalam pertempuran di Kanigurram, banyak pemberontak terbunuh. ”Sedangkan yang lain mengungsi ke wilayah pedalaman, tetapi kami terus menutup gerakan mereka,” kata Rabbani.

Penduduk setempat dan pejabat mengatakan, Uzbek menjauh dari pertempuran untuk mencari tempat aman di Waziristan Utara. Para pengamat mengatakan, mereka berasal dari Gerakan Islam Uzbekistan (IMU) yang berdiri tahun 1991. Mereka sekutu Al Qaeda. Setelah kematian Tahir Yuldashev, akibat serangan tentara AS pada Agustus 2009, kaum Uzbek semakin terdesak. (AFP/CAL)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu