KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Mayat di Rumah Pemerkosa
Senin, 2 November 2009 | 02:15 WIB
AP PHOTO
Anthony Sowell

CLEVELAND, KOMPAS.com-Enam mayat ditemukan di rumah seorang tahanan yang sudah dihukum karena kasus pemerkosaan di kota Cleveland, Ohio, AS.

Polisi menemukan dua mayat pertama hari Kamis, ketika mereka tiba untuk menahan Anthony Sowell (50), dengan tuduhan pemerkosaan.

Mayat ketiga ditemukan satu hari kemudian, dan polisi sekarang mengukuhkan tiga mayat lagi ditemukan di sana. Sisa jenazah itu ditemukan di dalam rumah, dan juga di lubang yang digali di kebun belakang.

Tersangka ini - yang sebelumnya sudah menjalani hukuman 15 tahun penjara karena pemerkosaan di tahun 1989- ditahan hari Sabtu tidak jauh dari rumahnya.

Menurut laporan kantor berita AP, mengutip pejabat berwenang setempat, dua mayat yang ditemukan diidentifikasi sebagai wanita berkulit hitam, dengan seorang diantaranya tewas dengan kekerasan.

Otopsi sudah dilakukan terhadap enam mayat tersebut, namun sebab-sebab kematian belum lagi diumumkan. Kepala polisi Cleveland, Michael McGrath dalam jumpa pers mengatakan bahwa Sowell tidak memberikan perlawanan ketika ditahan, menyusul adanya informasi, saat dia sedang berjalan-jalan di hari Sabtu siang.

Dia pada awalnya menyanggah kalau dia adalah orang yang dicari pihak berwenang, namun mengakui jati dirinya setelah petugas polisi mulai melakukan tes sidik jari.

McGrath mengatakan mayat-mayat yang ada sudah hampir rusak dan mungkin sudah berada di rumah tersebut selama enam bulan.

Dia mengatakan bahwa Sowell pada awalnya tinggal di rumah tersebut bersama paman dan istrinya, namun pamannya meninggal tahun lalu, dan istri pamannya pindah ke rumah jompo setahun lalu. "Kondisi rumahnya menjijikan," kata Letnan Polisi Thomas Stacho kepada CNN.

"Saya berdiri di luar rumah tersebut selama satu jam kemarin, dan bau busuk dari sana sangat kuat terasa," katanya menambahkan.

Para tetangga mengatakan kepada media bahwa Sowell sehari-haru berjualan besi bekas. "Dia gila," kata Teresa Hicks, yang sudah mengenal Sowell sejak dari masa sekolah. "Dia kadang marah besar bila dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya."

Penulis: ONO   |   Editor: ono   |   Sumber : AP,BBC Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.