Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 07:08 WIB
Segera Tangkap Pelaku Penembakan di Freeport
| jimbon | Minggu, 1 November 2009 | 05:54 WIB
|
Share:

JAYAPURA, KOMPAS.com Pemerintah Provinsi Papua tetap memberi kepercayaan kepada aparat kepolisian dan TNI untuk menangkap dan menyeret pelaku serangkaian penembakan di areal PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika. Aparat diminta membuktikan kesungguhannya mengungkap kasus yang telah berlangsung empat bulan itu kepada rakyat Papua.

”Polisi atau tentara harus berusaha menangkap pelaku. Sering saya tegaskan, siapa pun pelaku dari organisasi apa pun selama menggunakan senjata api, juga harus dihadapi dengan senjata peluru panas. Supaya ada jera,” ujar Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem, Sabtu (31/10) di Jayapura.

Tentang perbedaan pelaku versi Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan Komando Daerah Militer (Kodam) Cenderawasih, Wakil Gubernur enggan mengomentarinya.

Seperti diberitakan, pelaku versi Polda adalah bukan kelompok Kelly Kwalik pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM). Namun, menurut TNI, pelaku penembakan adalah kelompok Kelly Kwalik. Keduanya didasarkan pengakuan dari bukti rekaman video yang berbeda.

Alex hanya mengimbau agar pelaku kekacauan menghentikan perbuatannya. Teror yang telah menewaskan tiga orang itu berimbas pada aspek keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat.

”Kalau betul pelaku orang Papua yang mengatasnamakan organisasi apa pun seharusnya bertujuan melindungi orang Papua. Tanah Papua adalah tanah beradab, bukan biadab,” katanya.

Menurut Alex, aparat sudah serius menangani kasus itu. Namun, ia paham medan yang berat dan cara teror dengan gerilya membuat pengungkapan kasus menjadi sangat lama.

Tokoh pemuda Papua, Rifai Darus, secara terpisah menyatakan ragu aparat dapat mengungkap kasus penembakan di Timika. ”Pengamanan di Freeport telah ditambah, tetapi hingga sekarang penembakan masih terus terjadi,” ujar Rifai yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia DPD Papua.

Ia berharap konflik itu tidak sengaja dibiarkan berlarut-larut agar menjadikan Papua sebagai daerah operasi militer. ”Kasus Freeport harus diungkap, jangan dipetieskan. Hasil penyelidikan banyak kasus penembakan lain hingga kini tak diketahui.”

Insiden di jalur Freeport menyebabkan tiga orang meninggal dan belasan luka-luka. Tiga korban meninggal adalah karyawan Freeport asal Australia dan seorang petugas keamanan Freeport. Seorang lagi anggota provos Polda Papua.

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu