Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:59 WIB
Suriah Siap Bicara dengan Israel
Tri Mulyono | ono | Kamis, 29 Oktober 2009 | 10:17 WIB
|
Share:

ZAGREB, KOMPAS.com-Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan di Zagreb, Rabu, negaranya siap untuk memulai lagi pembicaraan yang ditangguhkan dengan Israel dan minta pada negara-negara Eropa untuk membantu dalam proses itu.

"Sejauh itu memprihatinkan kami di Suriah, kami memiliki dukungan nasional untuk meneruskan pembicaraan dengan Israel," kata Bashar, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Bagaimanapun, ada persyaratan bahwa di pihak Israel kami juga memiliki orang-orang yang ingin meneruskan pembicaraan itu," ia menambahkan setelah pertemuan dengan timpalannya dari Kroasia, Stipe Mesic.

Kepala negara Suriah itu memuji upaya Turki dalam proses itu dan menekankan bahwa kehadiran "pihak ketiga" akan menjadi penting jika pembicaraan itu dimulai lagi. "Kami minta pada negara-negara Eropa untuk juga memberikan sumbangan mereka, untuk membantu Turki tapi juga kami supaya dapat memulai lagi dari mana kami telah berhenti," ia menekankan.

Turki tahun lalu memerantarai empat putaran pembicaraan tidak langsung antara dua musuh dalam waktu lama Israel dan Suriah, yang memusatkan perhatian pada masalah yang suka diperdebatkan yakni dikembalikannya Dataran Tinggi Golan, dataran tinggi strategis yang direbut oleh pasukan Israel dalam perang 1967.

Namun pembicaraan ditangguhkan ketika negara Yahudi itu melancarkan serangan terhadap penguasa Jalur Gaza gerakan Hamas pada akhir Desember.

"Pembicaraan yang ditangguhkan itu sebaiknya dimulai lagi dan Dataran Tinggi Golan dikembalikan ke bawah kedaulatan Suriah," ujar Mesic. "Keamanan Israel juga harus dijamin."

UNDOF (UN Disengagement Observer Force) untuk Dataran Tinggi Golan dibentuk pada Mei 1974 untuk mengawasi gencatan senjata pasukan Suriah dan Israel menyusul perang 1973.

Sumber :
ANT,AFP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu