Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:55 WIB
Pasukan Uni Eropa Tangkap Tujuh Perompak
Josephus Primus | primus | Kamis, 29 Oktober 2009 | 01:09 WIB
|
Share:

AP Photo/French Navy/French Defense Minister/Kompas Images
Sejumlah tersangka perompak Somalia ditahan AL Perancis di Teluk Aden, lepas pantai Somalia, 4 Januari lalu. Kapal perang Perancis, Jean de Vienne, mencegah aksi perompakan atas dua kapal barang di lepas pantai Somalia dan menahan 19 perompak. Perompak masih menyandera sejumlah kapal dan awaknya.

TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com - Pasukan anti-perompakan Uni Eropa (EU) telah menangkap tujuh orang yang diduga perompak setelah kapal pencari ikan Perancis diserang di Lautan Hindia, kata pasukan itu, Rabu (28/10).
   
Para perompak dalam dua perahu itu menembak kapal Perancis tersebut Selasa, 350 mil laut (650 Km) di timur ibu kota Somalia, Mogadishu, jelas EU Navfor dalam satu pernyataan. Para perompak itu menghentikan serangan mereka setelah penjaga keamanan di atas kapal Perancis melepaskan tembakan peringatan, katanya.
   
Sebuah helikopter, dari kapal perang Spanyol yang juga membentuk bagian pasukan EU itu, ESPS Canarias, melihat dua perahu perompak melarikan diri dan menembakkan tembakan peringaan, untuk menghentikan perahu-perahu tersebut.
   
Awak kapal perang Jerman, FGS Karlsruhe, kemudian naik perahu tersebut, menahan ketujuh orang yang diduga perompak itu.
   
Operasi itu tidak berkaitan dengan insiden Selasa yang mana para perompak Somalia mengatakan mereka telah menangkap sebuah kapal pesiar di Lautan India dengan satu pasangan Inggris naik kapal itu, kata EU Navfor.
   
Para perompak biasanya menggunakan "kapal induk" untuk berlayar ratusan mil ke laut dan kemudian melancarkan serangan dalam perahu-perahu kecil, bersenjatakan dengan senapan serbu dan granat berpeluncur roket.
   
Geng-geng itu -- beberapa di antara mereka terdiri atas bekas nelayan Somalia yang marah karena kehadiran kapal penangkap ikan asing di perairan mereka -- telah mendapatkan puluhan juta dollar AS uang tebusan.

 

Sumber :
Ant
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu