Rabu, 1 Oktober 2014

News / Internasional

Lenin Meninggal akibat Sipilis?

Rabu, 28 Oktober 2009 | 10:02 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Ahli sejarah selama ini setuju bahwa pemimpin revolusi Rusia, Vladimir Ilyich Lenin, menderita serangkaian stroke yang menyebabkan kematiannya. Namun, temuan baru menyatakan bahwa Lenin meninggal karena penyakit kelamin sipilis.

Pemerintah Soviet waktu itu menutup rapat-rapat penyebab kematian Lenin saat kematiannya pada 1924.

Helen Rappaport, seorang penulis buku asal Inggris, yakin bahwa ia menemukan bukti bahwa Lenin menderita endartitis luetica-neurosyphilis—penyakit sipilis yang menyerang otak. Ia memperoleh referensi dari ilmuwan terkenal Rusia, Ivan Pavlov, peraih Nobel.

Rappaport, yang telah menulis sejumlah buku tentang sejarah Rusia, yakin bahwa Lenin terkena penyakit sipilis ini di Paris, Perancis, pada 1902. Dari tahun 1921, Lenin menderita serangkaian serangan akibat penyakit sipilis yang menyebabkan lumpuh.

Penemuan Rappaport ini setelah ia memublikasikan bukunya, Conspirator: Lenin in Exile. "Sudah menjadi rahasia umum bagi dokter-dokter top dan ilmuwan di Kremlin bahwa Lenin meninggal karena sipilis, tetapi konspirasi telah membungkam kenyataan ini,” katanya.

Penyakit sipilis selain menyerang Lenin juga menyerang sejumlah tokoh ternama lainnya seperti juga menderita perilaku yang aneh seperti halnya Lenin yang akhirnya kolaps sebelum meninggal. rr/mirror


Editor : ono
Sumber: