KABUL, KOMPAS.com-Delapan tentara Amerika dan satu warga sipil tewas, Selasa (27/10), dalam serangan bom di Afganistan selatan.
"Tambahan lagi, beberapa anggota tentara terluka dalam insiden itu dan telah dibawa ke sebuah fasilitas medis regional untuk perawatan," pernyataan dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan-NATO.
Seorang juru bicara ISAF menjelaskan pada AFP, ada dua serangan -- satu serangan yang menewaskan tujuh tentara dan warga sipil tersebut dan serangan kedua yang menewaskan satu tentara. Tidak ada keterangan terinci lainnya yang bisa didapat.
Kematian itu satu hari setelah 14 tentara Amerika dan sejumlah agen narkotika tewas dalam dua kecelakaan helikopter terpisah, pada salah satu hari paling mematikan bagi pasukan internasional dalam sembilan tahun perang Afganistan.
Yang lebih mematikan dari kedua kecelakaan itu adalah yang di provinsi Badghis di Afganistan barat, tempat tujuh tentara AS dan tiga warga sipil AS --agen-agen DEA (US Drug Enforcement Administration) tewas. Pasukan pimpinan-NATO di Afganistan mengatakan tembakan musuh tidak diyakini menjadi penyebabnya.
Kematian-kematian Selasa itu membuat jumlah tentara asing yang tewas di Afganistan sejauh tahun ini menjadi 445 orang, menurut situs Internet independen icasualties.org. Dari mereka itu, 277 adalah tentara Amerika.
