Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:48 WIB
Diplomat AS Mundur karena Perang Afganistan
Tri Mulyono | ono | Selasa, 27 Oktober 2009 | 15:06 WIB
|
Share:

AFP/DAVID FURST
Anggota dari satu keluarga di Afganistan hanya termangu menyaksikan aksi tentara AS yang melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah di Bhuji Bhast Pass, Provinsi Farah, Afganistan selatan, 8 Oktober 2 0 0 9.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com Seorang diplomat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang kecewa dengan keterlibatan AS di Afganistan menjadi pejabat AS pertama yang mengundurkan diri. Tindakan tersebut merupakan bentuk protes atas perang yang telah berlangsung delapan tahun itu.

Surat kabar The Washington Post, Selasa (27/10), melaporkan bahwa Matthew Hoh (36) merupakan pejabat senior Deplu di Provinsi Zabul, Afganistan, sampai akhirnya dia mundur pada bulan lalu. Zabul merupakan daerah persembunyian kelompok Taliban.

Latar belakangnya, baik di bidang sipil maupun militer, mungkin membuatnya memandang bahwa pemerintahan Presiden Barack Obama saat ini sedang meningkatkan upaya kontra-pemberontakannya di negara yang porak poranda akibat dilanda perang itu. Namun, dalam surat tertanggal 10 September kepada Kepala Personalia Deplu, Hoh menulis, "Saya tidak bisa memahami lagi dan kehilangan kepercayaan terhadap tujuan strategi kehadiran AS di Afganistan."

"Saya khawatir dan keberatan terhadap strategi kami saat ini dan rencana strategi yang akan datang. Namun, pengunduran diri ini saya lakukan bukan karena bagaimana cara kami dalam menangani perang ini, melainkan mengapa dan kapan berakhirnya," kata mantan Kapten Satuan Angkatan Laut itu, menurut komentar-komentar yang disiarkan oleh Washington Post.

Pengunduran diri tersebut "mengirimkan reaksi kepada Gedung Putih". Para pejabat pemerintah pun berebut membujuk agar Hoh membatalkan niatnya. Dikhawatirkan, dia akan menjadi kecaman utama kebijakan yang dijanjikan kepada Afganistan.

Hoh ditawari tugas setingkat staf senior pada Kedutaan AS di Kabul. Namun, dia menolak, dan terbang ke Washington untuk melakukan pertemuan langsung dengan  perwakilan khusus AS untuk Afganistan dan Pakistan, Richard Holbrooke.

"Kami menganggap suratnya sangat serius karena dia adalah perwira yang baik," kata Holbrooke dalam wawancara dengan harian itu. Holbrooke semula membujuk Hoh bahwa, dengan masih berada di pemerintahan, dia akan lebih efektif dalam mengubah kebijakan AS di Afganistan.

Namun, diplomat itu mengubah pikirannya pekan lalu. Dia mengajukan pengundurannya, yang akan dituntaskan pada hari Rabu. "Saya berada di tempat yang tidak cocok untuk berbuat sesuatu (terhadap strategi tersebut)," katanya kepada The Washington Post.

Pada saat Obama sedang mempertimbangkan keputusan untuk mengirimkan puluhan ribu tentara tambahan AS ke kancah Afganistan, Hoh mengatakan bahwa dia memutuskan untuk berbicara secara bebas dari pengaruh pendapat umum. "Saya ingin masyarakat di Iowa, di Arkansas, di Arizona untuk menghubungi anggota kongres mereka dan mengatakan 'dengarlah, menurut saya ini tidak benar'."

Sumber :
ANT,AFP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu