BISHKEK, KOMPAS.com - Tentara Perancis dan Spanyol telah meninggalkan pangkalan udara Manas di Kirgistan, tempat persiapan operasi militer pimpinan AS di Afganistan. Meski, tetap ada kemungkinan akan kembali, sumber pemerintah Perancis dan diplomat mengatakan, Senin (26/10).
Kirgistan, negara bekas Soviet, telah membatalkan perjanjian dengan Perancis dan Spanyol, Maret, ketika negara itu membalikkan perjanjian yang sama dengan AS mengenai penggunaan pangkalan tersebut.
Kirgistan kemudian membolehkakan tentara AS untuk terus tinggal sebagai pertukaran bagi sewa yang lebih besar. "Ada perjanjian bilateral Perancis-Kirgistan mengenai masalah yang telah diakhiri oleh Kirgistan dan karenanya tentara dan peralatan kami meninggalkan pangkalan itu pada awal Oktober," ujar seorang diplomat Perancis.
Radio Spanyol Cadena mengutip sumber diplomatik yang mengatakan mereka juga terpaksa untuk meninggalkan operasinya.
Pangkalan itu, yang berfungsi sebagai tempat pengisian kembali bahan bakar bagi pesawat yang digunakan di Afganistan, penting bagi Washington dan sekutuya NATO karena rute pasokan melalui Pakistan telah diserang oleh gerilyawan.
Diplomat Perancis itu menyatakan Perancis masih memiliki sejumlah kecil tentara di pangkalan tersebut dan dua pesawat yang mengisi bahan bakar. Perancis telah membuat proposal yang negara itu harapkan akan membolehkannya untuk kembali ke pangkalan tersebut, tapi Perancis masih menunggu jawaban dari pemerintah Kirgistan, jelas diplomat itu.
Ketua komisi parlemen untuk urusan internasional Kirgistan mengatakan pada 5 Oktober, telah ada keputusan untuk menyetujui rancangan perjanjian dengan Perancis dan Spanyol guna membolehkan tentara kembali ke pangkalan itu. "Perjanjian (dengan Perancis dan Spanyol) belum dicapai sejauh ini, (tapi) pembicaraan lagi tidak dikesampingkan," kata seorang pejabat senior pemerintah, yang minta tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah itu.
Pihak berwenang pangkalan itu Senin mengkonfirmasi bahwa pengerahan Perancis dan Spanyol telah meninggalkan pangkalan tersebut bulan ini. Beberapa pejabat militer sebelumnya mengatakan ada beberapa puluh tentara Eropa di Manas bersama dengan beberapa pesawat.
Awal tahun ini setelah menerima janji 2 miliar dollar AS bantuan dari Rusia, Kirgistan mengatakan negara itu akan menutup pangkalan pasukan udara AS di Manas. Kirgistan mencadangkan keputusan itu setelah AS membayar 180 juta dollar AS untuk mempertahankan pangkalan itu buka.
Pada Agustus, negara itu membolehkan Rusia untuk membuka pangkalan militer kedua di samping pangkalan yang Moskwa telah miliki jauh di bagian utara negara itu.
