DEN HAAG, KOMPAS.com — Penjahat perang Radovan Karadzic akhirnya tetap tak menampakkan batang hidungnya di pengadilan internasional, Senin (26/10). Sejatinya, hari ini adalah kali pertama pembukaan persidangan kembali atas sosok yang dikenal dengan julukan "Si Bengis dari Bosnia" ini. Gara-gara tingkah lakunya itu, persidangan pun tertunda.
Karadzic ditangkap di Serbia setahun lalu. Waktu itu, buronan selama 13 tahun itu menyamar sebagai penyembuh herbal. Wajahnya pun ditumbuhi janggut lebat.
Masih teringat jelas di benak para korban kekejamannya saat perang saudara meletus di negara eks Yugoslavia pada masa 1990-an. Kala itu, Karadzic memerintahkan pembantaian besar-besaran terhadap warga non-Serbia. Makanya, kemudian tudingan melakukan genosida pun dialamatkan kepadanya.
Dalam persidangan, Karadzic memang tak menunjuk pengacara dalam persidangan kali ini. Makanya, tak satu pun yang duduk di kursi pesakitan.
Sebelumnya, Karadzic memang meminta penundaan 10 bulan untuk persidangannya. Alasannya, dia memerlukan waktu bersiap diri untuk menghadapi persidangan. Minggu lalu, Karadzic mengirim surat ke mahkamah tersebut yang berisi bahwa dia tak akan datang ke persidangan hingga benar-benar siap.
