KABUL, KOMPAS.com — Taliban, Sabtu (24/10), menyeru aksi boikot terhadap putaran kedua pemilihan presiden Afganistan mendatang dan mengancam kekerasan terhadap orang-orang yang ikut ambil bagian dalam pemilihan.
"Emirat Islam (Afganistan) sekali lagi memberitahukan kepada semua penduduk agar tak seorang pun yang ikut ambil bagian dalam proses Amerika ini, dan harus memboikot proses itu," kata pernyataan Taliban yang dikirimkan melalui e-mail kepada AFP.
"Mujahidin sepenuhnya dipersiapkan untuk mengalahkan proses ini," katanya.
Pernyataan menambahkan bahwa "orang yang berpartisipasi dan mencederai akan bertanggung jawab atas kehilangan milik mereka."
Pemilihan presiden putaran pertama yang diwarnai penyelewengan di Afganistan 20 Agustus lalu dihantam oleh kampanye bayangan Taliban yang menyebabkan rakyat yang ikut ambil bagian dalam pemilihan ini hanya di bawah 40 persen.
