Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:39 WIB
WHO: 5.000 Orang Tewas akibat Virus A-H1N1
Lusia Kus Anna | Anna | Sabtu, 24 Oktober 2009 | 10:48 WIB
|
Share:

Tribun Pontianak/Leo Prima
Korban terduga flu A-H1N1 terbaring di ruang isolasi RSUD dr Soedarso, Pontianak, Kalbar, Kamis (30/7).

TERKAIT:

KOMPAS.com — Hampir 5.000 orang dilaporkan tewas karena terinfeksi virus A-H1N1 atau swine flu sejak infeksi ini muncul tahun ini dan menyebar menjadi pandemi global. Demikian menurut laporan badan kesehatan dunia (WHO), Jumat (23/10) di Jenewa, Swis.

WHO menyebutkan, angka pasti jumlah korban tewas mungkin lebih tinggi dari laporan tersebut, mengingat banyak negara yang berhenti menghitung kasus infeksi swine flu. Negara yang melaporkan adanya korban tewas akibat virus tersebut untuk pertama kalinya adalah Iceland, Sudan, Trinidad, dan Tobago. 

Di London, Inggris, produsen vaksin GlaxoSmithKline PLC mengatakan, satu dosis vaksin sudah cukup untuk melindungi anak-anak dari penularan virus H1N1. Dalam keterangannya, Glaxo menyebutkan, satu dosis vaksin sudah cukup untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak untuk melawan virus. Hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan di Spanyol terhadap 200 anak berusia enam bulan hingga tiga tahun.

Pernyataan tersebut dikeluarkan untuk menyanggah pendapat para ahli yang mengatakan bahwa anak-anak memerlukan dua dosis vaksin karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih lemah daripada orang dewasa.

Vaksin Pandemrix produksi GlaxoSmithKline mengandung adjuvant, senyawa kimia yang menguatkan bahan aktif vaksin dan meningkatkan respons sistem imun tubuh. Meski kebanyakan vaksin flu di Eropa pada umumnya mengandung adjuvant, tetapi belum banyak data yang membuktikan keamanannya pada kelompok anak-anak dan ibu hamil.

Adjuvant sendiri sudah digunakan oleh Glaxo dalam produk vaksin flu dan sudah dipakai oleh 41.000 orang dalam menghadapi penularan flu burung, swine flu, dan influenza biasa.

Sumber :
AP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu