Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:12 WIB
Pengungsi Sri Lanka Diperkenankan Pulang
Josephus Primus | primus | Jumat, 23 Oktober 2009 | 10:35 WIB
|
Share:

KOLOMBO, KOMPAS.com — Sekitar 6.000 pengungsi perang suku Tamil telah diperbolehkan pulang dari kamp pengungsian utama di Sri Lanka, demikian keterangan pejabat setempat, Kamis (23/10). Ini untuk pertama kalinya pengungsi Tamil tersebut diperbolehkan kembali ke daerah yang sebelumnya dikontrol oleh Harimau Tamil.

Mereka yang diperbolehkan meninggalkan daerah yang disebut Menik Farm adalah bagian dari hampir sekitar 40.000 orang yang harus dimukimkan kembali dalam beberapa minggu ke depan.

Pelepasan 6.000 pengungsi itu merupakan pelepasan terbesar sejak Harimau Tamil dikalahkan bulan Mei lalu. Sementara itu, sekitar 250.000 warga sipil ditampung di kamp-kamp yang dijalankan pihak militer. Pihak berwenang dikritik karena lambatnya proses permukiman kembali.

Tekanan

Menteri rehabilitasi Rishat Badurdheen mengatakan kepada BBC bahwa sekitar 36.000 pengungsi lainnya di Menik Farm akan dimukimkan kembali dalam beberapa minggu ke depan.

Wartawan BBC Anbarasan Ethirajan mengatakan, pengumuman pemerintah muncul di tengah tekanan internasional untuk sesegera mungkin memukimkan kembali puluhan ribu pengungsi yang masih menghuni kompleks pengungsian.

Pemerintah Sri Lanka sebelumnya mengatakan berniat melepas 80 persen pengungsi yang masih mereka tahan di pengungsian selambat-lambatnya akhir tahun ini.

Menik Farm sendiri sempat membesar sampai melebihi kapasitas dan menampung sekitar 250.000 pengungsi.

Banyak pengungsi mengeluhkan buruknya kondisi sanitasi dan makanan. Seorang perempuan yang berada di kamp pengungsian itu mengatakan terpaksa harus mengungsi 15 kali karena pecahnya perang saudara dalam tiga tahun dan sekarang harus berbagai satu tenda dengan 24 pengungsi lainnya.

Banyak pengungsi yang jatuh sakit karena kondisi yang kurang sehat dan anak-anak terpaksa tidak mendapat pendidikan.

Sumber :