Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:34 WIB
Wah, Anggur Putih Merusak Gigi
| Anna | Jumat, 23 Oktober 2009 | 09:04 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/SERGIO DIONISIO
Jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit wine terbukti bermanfaat untuk kesehatan.

TERKAIT:

KOMPAS.com - Tahukah Anda, terlalu sering mengonsumsi anggur putih ternyata bisa merusak gigi? Sebuah studi menyatakan bahwa sifat asam dalam anggur putih bisa membuat lapisan luar gigi Anda terkikis.

Percobaan yang dilakukan dengan merendam gigi di dalam anggur putih seharian membuktikan adanya kalsium serta fosfor yang hilang dan juga menyebabkan terkikisnya permukaan lapisan gigi sedalam 60 mikrometer.

Meskipun Anda menyikat gigi setelah 'minum - minum', efek anggur akan tetap ada karena pemaparan yang berulang. Bahkan jika Anda menyikat terlalu kuat akan menambah kerusakan gigi karena lapisan luar gigi akan makin terkikis. Ini bukan akibat usia anggur, tingkat alkohol maupun cara pembuatannya. Namun, karena pH dan lamanya gigi Anda terpapar oleh anggur.

Perlu diingat pula bahwa konsumsi anggur sambil memakan buah stroberi atau mencampur minuman Anda dengan jus buah membuat kandungan asam di dalamnya akan makin banyak dan menambah serangan asam bagi gigi Anda.

Lalu bagaimana jika Anda masih berniat ingin minum anggur putih dan mengurangi risikonya? Sebaiknya, konsumsilah keju sebagai pasangannya. Karena pada saat yang bersamaan, keju bisa mengurangi risiko ini karena kandungan kalsium gigilah yang sebenarnya diserang oleh asam dan keju membantu menggantikan kalsium yang hilang.

Atau konsumsilah si anggur putih sambil menyantap makanan dan sikatlah gigi minimal 30 menit setelah itu, karena ludah Anda (saliva) bisa mengurangi dan membatasi potensi asam serta membantu menetralkannya. Jarak sebelum Anda menyikat gigi membuat Anda memberikan waktu untuk lapisan luar gigi untuk memulihkan diri setelah diserang oleh si asam.

dr.Intan Airlina Febiliawanti

Sumber :
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu