KABUL, KOMPAS.com — Satu tentara Amerika Serikat yang berperang melawan pejuang Taliban tewas akibat serangan bom di Afganistan selatan, kata Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Kamis (22/10).
Tentara Amerika Serikat itu, yang ditempatkan di bawah Pasukan Pendukung Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO, tewas pada Rabu oleh bom jalanan, kata pernyataan tersebut.
Bom buatan rumahan, yang dikenal dengan IED dan dipasang di jalan, menjadi pembunuh utama tentara asing di Afganistan, kata pemimpin politik Barat.
Sekitar 419 tentara asing, termasuk 253 dari Amerika Serikat, tewas pada tahun ini, kata AFP berdasarkan laman independen, icasulaties.org, yang menghitung kematian pasukan gabungan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mempertimbangkan permintaan panglima utama di negara terkoyak perang itu atas tambahan 40.000 tentara untuk melawan pejuang tersebut.
