ADDIS ABABA, KOMPAS.com-Ethiopia meminta bantuan darurat 159.410 ton pangan untuk 6,2 juta orang, 25 tahun setelah lebih dari 1 juta orang tewas di negara yang dilanda kekurangan pangan itu.
Para pekerja sosial mengatakan musim kemarau lima tahun menyebabkan lebih 23 juta orang di tujuh negara Afrika timur menderita.
Mitiku Kassa, Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Ethiopia, mengatakan hujan tahun ini jarang terjadi.
"Sebagai akibatnya, jumlah orang yang membutuhkan bantuan darurat dalam periode Oktober-Desember 2009 meningkat menjadi 6,2 juta dari 4,9 juta awal tahun ini," katanya.
Ethiopia memiliki penduduk 83 juta jiwa. Ia menyerukan bantuan 159.410 ton pangan senilai 121 juta dolar, 11 ton makanan untuk anak-anak yang kekurangan gizi seharga 8.9 juta dollar, dan 45 juta dollar untuk kebutuhan nonpangan. Jika bantuan itu tidak segara datang, jutaan orang terancam kelaparan.
Koordinator kemanusiaan PBB Fidelle Sarassaro mendesak pemerintah Ethiopia menjamin akses bebas untuk para pekerja sosial ke wilayah Somalia timur yang porak-poranda akibat perang.
"Akses menjadi hambatan bagi sektor non pangan dan perlu diatasi. Masalah itu sedang dibicarakan dengan pemerintah dalam semua tingkatan," katanya.
Juga pada hari Kamis, badan bantuan Oxfam menyerukan diakhirinya apa yang disebutnya reaksi terburu-buru bagi krisis pangan yang dipusatkan pada pengiriman bantuan pangan. Walaupun pangan tidak menyelamatkan nyawa, pangan gagal memberikan solusi jangka waktu yang lebih lama.
Oxfam mengatakan masyarakat-masyarakat berada dalam risiko harus ditolong untuk mencegah dan menangani bencana seperti kekeringan sebelum itu terjadi, bukannya menggantungkan diri sebagian besar pada pasokan-pasokan bantuan darurat.
