Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:32 WIB
144 Tentara Bocah Masuk Sekolah
Tri Mulyono | ono | Kamis, 22 Oktober 2009 | 20:22 WIB
|
Share:

(AP Photo/Eranga Jayawardena)
Demonstran mengibarkan bendera nasional Sri Lanka dalam luapan sukacita setelah Presiden Mahinda Rajapaksa mendeklarasikan kemenangan terhadap pemberontak separatis Macan Tamil di Colombo, Sri Lanka, 17 Mei 2009

TERKAIT:

KOLOMBO, KOMPAS.com-Militer Sri Lanka, Kamis, menyatakan 144 bekas tentara bocah yang direkrut oleh berbagai kelompok bersenjata selama perang saudara didaftarkan di satu sekolah kenamaan di ibukota negeri itu, Kolombo, Rabu, setelah menjalani rehabilitas di Sri Lanka utara.

Beberapa pejabat dari Kementerian Pertahanan mengatakan anak-anak itu yang terdiri atas 81 anak laki dan 63 anak perempuan telah menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi dan Perlindungan Anak Punthotam di kabupaten Vavuniya, Sri Lanka utara.

Mereka meninggalkan Vavuniya sekitar pukul 06:30 waktu setempat (08:00 WIB), Rabu, dengan naik bus khusus yang disediakan buat mereka. Mereka diterima di beberapa kelas mulai kelas 7 sampai 11 di Ratmalana Hindu College guna memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan dan memulai hidup baru sebagai anak biasa yang tersingkir akibat perang yang berakhir pada Mei.

Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE), yang dikalahkan oleh pasukan pemerintah pada Mei dan beberapa kelompok lain bersenjata dituduh merekrut anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun sebagai tentara selama konflik 25 tahun antara militer dan pemberontak.

Para pejabat mengatakan sebanyak 114 siswa lagi akan diterima di sekolah yang sama dalam waktu dekat berdasarkan tahap kedua program rehabilitasi.  Pemerintah Sri Lanka dan Dana Anak PBB (UNICEF) melancarkan aksi media "Kembalikan Anak-Anak" mengenai tentara bocah pada Februari tahun ini.

UNICEF, yang didirikan oleh Sidang Majelis Umum PBB pada 11 Desember 1946 dan mulanya dikenal dengan naman Dana Darurat Anak Internasional PBB (UNICEF), telah melakukan tiga pendekatan dalam mengemban mandatnya. Para pejabat UNICEF mengatakan hampir 7.000 anak Sri Lanka telah direkrut ke dalam berbagai kelompok bersenjata. Banyak di antara mereka tewas atau cacat dalam konflik tersebut, yang menewaskan 80.000 orang.

Sumber :
ANT
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu