Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:51 WIB
Berlusconi: Saya Tidak Suka Jadi Perdana Menteri
Egidius Patnistik | msh | Kamis, 22 Oktober 2009 | 14:54 WIB
|
Share:

ROMA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengatakan, dia memerintah Italia semata karena tugas dan pengorbanan, bukan karena dia menyukai pekerjaan itu.

Pria berhaluan konservatif dan flamboyan yang telah berusia 73 tahun itu mengaku, dirinya sama sekali tidak suka memerintah. Dia bertahan di jabatan perdana menteri hanya karena dia dinilai sebagai pemimpin yang mampu menyatukan kaum kanan-tengah. Berlusconi mengatakan, tidak ada yang sederhana pada pekerjaan seorang perdana menteri.

"Saya melakukan tugas saya dengan suatu pengorbanan. Saya tidak suka pekerjaan perdana menteri. Sama sekali tidak suka," katanya. Dia menambahkan, "Begitu sering ada kesepakatan kotor (licik), ada media yang suka cari sensasi, bahkan lebih buruk dari itu, sangat memalukan dan menyakitkan. Sungguh sulit untuk memimpin pemerintahan di sebuah negara seperti Italia," katanya sebagaimana dikutip Dailymail, Kamis.

Dalam sebuah wawancara dengan Paula Newton dari CNN, Berlusconi ditanya tentang sejumlah pernyataan kontroversialnya, termasuk ketika memanggil Presiden Aemerika Serikat Barack Obama dengan sebutan "si coklat". Dia membantah bahwa komentarnya itu suatu kesalahan, tetapi dia menolak untuk mendiskusikan hal itu.

Ia berkelit dengan mengatakan, "Saya tidak pernah membuat kesalahan, bahkan tidak sekali pun. Setiap kesalahan dicatat oleh media."

Dia mengatakan, dirinya selalu berpikir sebelum berbicara. "Saya menyampaikan cerita dan lelucon," katanya. "Saya hanya mengatakan lelucon yang dapat didengar oleh setiap orang. Saya selalu sadar tentang apa yang kami bicarakan."

Berlusconi menyanggah pernyataan bahwa dia mengejutkan Ratu Inggris dalam sebuah sesi foto bersama para pemimpin negara di Istana Buckingham ketika dia berteriak kepada Presiden Amerika, "Obama! It's Berlusconi.' Hal itu membuat Ratu mengangkat tangannya dan mengeluh, "Mengapa dia (Berlusconi) harus berteriak?"

Berlusconi mengatakan, "Ratu membela saya," tetapi, sekali lagi, dia menolak untuk mengelaborasi lebih lanjut perkataannya itu.

Juragan media yang masuk ke arena politik itu juga menyalahkan media Italia sebagai alasan istri kedua, yang juga ibu tiga dari lima orang anaknya, Veronica Lario, meminta cerai. Dia mengatakan, Lario terpengaruh tuduhan media Italia terhadap dirinya bahwa dia suka "main gila" dengan perempuan.

Skandal Berlusconi dengan perempuan bisa dibilang tidak merusak citra politik. Jajak pendapat menunjukkan, popularitasnya hanya turun sedikit, terutama di antara kaum perempuan, sejak skandalnya dengan perempuan mulai terungkap musim semi lalu. "Ketika jalan-jalan, saya jenggah melihat perhatian yang ditujukan kepada saya," kata Berlusconi kepada CNN.

"Saya tahu, orang-orang dapat berubah pikiran, tetapi saya harus katakan bahwa saya hanya melihat fakta, bahwa saya dekat di hati banyak orang Italia dan mereka menunjukkan hal itu kepada saya sangat sering."

Sumber :