BEIJING, KOMPAS.com - China menyatakan siap untuk membicarakan konsep masyarakat Asia Timur, model Uni Eropa, dengan negara-negara lainnya sebelum pertemuan puncak regional di Thailand akhir pekan ini.
"China positif dan terbuka terhadap pembentukan masyarakat Asia Timur dan kami siap untuk membicarakan dengan pihak-pihak yang relevan bagaimana membentuk masyarakat Asia Timur," kata asisten menteri luar negeri Hu Zhengyue pada wartawan, Kamis (22/10).
"Kami percaya bahwa untuk membentuk masyarakat Asia Timur adalah arah masa depan untuk meningkatkan kerjasama Asia Timur, itu kecenderungannya," ujarnya.
Perdana Menteri Jepang yang baru, Yukio Hatoyama, mengatakan kepada Presiden China Hu Jintao bulan lalu bahwa dia bermaksud untuk mendorong visi mengenai masyarakat Asia Timur untuk menyatukan kawasan itu, mungkin dengan mata uang tunggal.
Asisten menteri luar negeri itu menambahkan, topik itu mungkin akan dibicarakan pada pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang akan datang, yang akan dimulai di Thailand, Jumat (23/10).
Pertemuan puncak 10 anggota ASEAN akan diikuti pula oleh para pemimpin dari negara-negara mitra seperti Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru dan Korea Selatan. Perdana Menteri China Wen Jabao akan hadir pada pertemuan itu. Wen akan disertai oleh Menlu Yang Jiechi, Menteri Keuangan Xie Xuren dan Menteri Perdagangan Chen Deming.
Chen dan mitranya dari Jepang dan Korea Selatan juga akan bertemu di sela pertemuan Thailand untuk membicarakan perjanjian perdagangan bebas tiga pihak yang potensial.
ASEAN beranggotakan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thaland dan Vietnam.


