Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 22:51 WIB
Industri Syariah Masih Minim SDM
Wahyu Satriani Ari Wulan | acandra | Rabu, 21 Oktober 2009 | 16:51 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Minimnya sumber daya manusia (SDM) yang handal menjadi salah satu tantangan industri perbankan syariah. Deputi Gubernur Bank Indonesia sekaligus Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Muliaman D Hadad mengatakan hingga kini pihaknya terus fokus pada proses perekrutan SDM.

"Kami masih fokus bagaimana mencari SDM yang berkualitas untuk perbankan syariah. Banyak SDM, tetapi secara kualitas harus compartable dengan pasar," ujarnya saat Seminar Ekonomi Syariah, di Jakarta, Rabu (21/10).

Muliaman mengatakan karena minimnya SDM ini, maka menjadi marak adanya 'pembajakan' SDM antara industri perbankan syariah. Karena itu, saat ini BI memfokuskan bagaimana bisa memfasilitasi segala kegiatan pengembangan SDM syariah.

Kemudian, dilakukan juga dengan memfasilitasi pertemuan-pertemuan dan melobi perbankan sehingga terjadi saling tukar menukar informasi terkait pengembangan SDM Syariah.

"Salah satu keluhan saat ini di industri syariah yakni SDM banyak bajak-bajakan," ujarnya.

Muliaman menambahkan, untuk mengembangkan SDM syariah, BI juga telah berusaha menjajaki kerjasama dengan lembaga pendidikan yang lebih profesional dan bisa menjawab persoalan yang dibutuhkan pasar.

"Tidak bisa hanya wacana dan diskusi tapi memang harus ada langkah konkret yang perlu dilakukan untuk bisa melangkah," cetusnya.

Dia juga berharap, perbankan syariah yang tergabung dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) bisa bersama-sama memberikan pikiran untuk pengembangan perbankan syariah. Diharapkan, dengan semakin banyaknya SDM maka industri syariah tidak akan kekurangan kebutuhan SDM nantinya.

"Bukan hanya waktu dan tenaga tapi fokus untuk perkembangan perbankan syariah daripada saling bajak-bajakan," tandasnya.