
WASHINGTON, KOMPAS.com — Pentagon mengumumkan, Selasa (20/10), pengerahan sekitar 11.000 tentara ke Afganistan tahun depan dan satu skuadron pesawat MV-22 yang memiliki baling-baling miring akan berangkat bulan depan.
Pengiriman tiga brigade tempur pada musim semi dan musim gugur 2010 itu akan menggantikan unit-unit yang pulang dan tidak menambah jumlah pasukan yang ada saat ini di Afganistan, yakni kira-kira 68.000 tentara.
Namun, sejumlah MV-22 Osprey, kendaraan tentara yang melayang-layang seperti helikopter dan terbang seperti pesawat, akan beroperasi pertama kalinya di Afganistan setelah satu lawatan ke Irak.
"Kami sangat yakin dengan kemampuan MV-22 dan apa yang mereka bawa ke medan," kata Bryan Whitmen, seorang juru bicara Pentagon dilansir AFP.
Ia menyatakan, kendaraan itu mungkin akan digunakan untuk mendukung pasukan AS yang memerangi gerilyawan Taliban di Afganistan selatan, yang telah tumbuh dengan kuat dan efektif.
Perintah pengerahan tentara terakhir itu merupakan bagian dari pergiliran pasukan AS yang direncanakan di Afganistan, bukan hasil dari pertimbangan mendalam terus-menerus mengenai apakah akan menambah jumlah pasukan AS secara keseluruhan atau tidak.
Komandan tentara AS telah meminta 40.000 tentara tambahan, tetapi Presiden Barack Obama menangguhkan keputusannya di tengah meningkatnya pembahasan dalam pemerintah mengenai strategi AS pada masa depan.
Dua dari unit yang diumumkan Selasa—Brigade Pertama dari Divisi Lintas Udara ke-101 dan Resimen Stryker Ke-2 dari Vilseck, Jerman—akan tiba di Afganistan pada musim semi 2010 dengan 7.700 tentara.
Tim Tempur Brigade ke-2 Divisi Infantri ke-34 Garda Nasional Iowa telah bersiap-siap untuk pengerahannya pada akhir 2010 dengan 3.500 tentara.