Jumat, 25 Juli 2014

News / Internasional

Taliban Balik Rebut Kotkai

Rabu, 21 Oktober 2009 | 06:34 WIB

DERA ISMAIL KHAN, KOMPAS.com - Kelompok Taliban membalas serangan pasukan militer Pakistan dan berhasil merebut kembali kota strategis, Kotkai, Selasa (20/10). Dalam pertempuran pada Senin malam, militer berhasil merebut Kotkai, tempat kelahiran pemimpin Taliban, Hakimullah Mehsud.

Kota Kotkai, yang juga tempat kelahiran Qari Hussain Mehsud, komandan senior Taliban, adalah pintu gerbang menuju basis kekuatan Taliban di Sararogha. Pertempuran sengit sepanjang Senin malam hingga Selasa menewaskan tujuh tentara dan sejumlah anggota Taliban, tetapi angka ini tidak bisa diverifikasi secara independen.

Pejabat intelijen Pakistan mengatakan, jet tempur militer mengebom posisi Taliban di Kotkai dan sekitarnya pascaperebutan kembali kota itu oleh Taliban. Pasukan militer telah mengonsolidasi posisi mereka di area Nawazkot dan Sherwangai.

”Pasukan belum masuk ke Kotkai. Tampaknya mereka (Taliban) ingin mempertahankan basis kekuatan mereka dengan segala cara,” kata seorang pejabat militer Pakistan yang tidak disebutkan namanya.

Pukulan keras


Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengatakan, Pakistan bertekad untuk mengirimkan ”pukulan keras” kepada Taliban di Waziristan Selatan.

Militer dan Taliban terlibat dalam perang propaganda untuk meraih simpati anggota dan tetua suku Mehsud yang jumlahnya dua pertiga populasi Waziristan Selatan. Militer telah menjatuhkan selebaran melalui helikopter yang meminta warga Mehsud bangkit melawan Taliban dan mendukung operasi pemerintah.

Sementara Taliban mengancam akan membalas warga suku Mehsud yang membantu pemerintah. Hingga kemarin, lebih dari 110.500 orang melarikan diri dari Waziristan Selatan untuk menghindari pertempuran.

Dari Islamabad dilaporkan, dua serangan bom bunuh diri di Islamic University di Islamabad menewaskan 7 orang, termasuk 2 pelaku, dan melukai 29 orang. Saksi mata menuturkan, salah satu pelaku meledakkan diri di sebuah kantin. Pelaku lainnya meledakkan diri di Fakultas Hukum Islam.

”Tampaknya simpatisan kelompok bersenjata atau sekutu mereka melakukan aksi bom bunuh diri untuk mengalihkan perhatian dari operasi militer. Mereka mencoba menciptakan kepanikan di ibu kota,” kata Anwar Hussain Siddiqui, rektor universitas tersebut.

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu. Pemerintah Pakistan langsung mengaitkan serangan di Islamic University di Islamabad dengan operasi militer di Waziristan Selatan.

”Mereka yang melancarkan serangan ini hanya menguji keberanian bangsa kita,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik. (ap/afp/reuters/bbc/fro)


Editor : jimbon
Sumber: