Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:22 WIB
Abbas Tak Tahu Ada Kesepakatan AS-Israel
Tri Mulyono | ono | Selasa, 20 Oktober 2009 | 14:47 WIB
|
Share:

AP PHOTO/BERNAT ARMANGUE
Konstruksi dari salah satu pengembang perumahan di Tepi Barat, Maaleh Adumim, di pinggiran Jerusalem, Minggu (6/9). Perdana Menteri Israel Netanyahu mengumumkan pembangunan ratusan apartemen baru untuk permukiman Yahudi. Sebuah keputusan yang bakal mengundang kontroversi, baik dari pihak Palestina maupun Amerika Serikat yang tengah merintis upaya damai Palestina-Israel.

TERKAIT:

RAMALLAH, KOMPAS.com — Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, ia tidak tahu mengenai kesepakatan yang dicapai antara Israel dan AS mengenai pembekuan atau penghentian kegiatan permukiman di Tepi Barat.

"Pimpinan Palestina belum mendengar mengenai kesepakatan semacam itu," kata Abbas dalam satu taklimat bersama dengan Kepala Kebijakan Uni Eropa Javier Solana, yang sedang berkunjung, menyusul satu pertemuan antara kedua pejabat tersebut di Ramallah, Senin (19/10) malam.

"Sejauh ini, kami belum menerima keterangan apa pun dari pemerintah AS mengenai apa yang telah dilaporkan sebelumnya di media Israel bahwa kesepakatan dicapai dengan Israel tentang masalah permukiman," kata Abbas.

"Kami biasanya tak percaya pada apa yang disiarkan oleh media Israel, tapi kami menunggu reaksi resmi AS atas masalah itu," kata Abbas, yang masih berkeras bahwa tak ada pembicaraan dengan Israel, kecuali Israel menghentikan atau membekukan kegiatan permukiman.

Media Israel, Senin pagi, melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "telah mencapai kompromi dengan pemerintah AS" mengenai masalah permukiman bagi dimulainya kembali pembicaraan perdamaian.

"Dasar utama bagi dilanjutkannya pembicaraan perdamaian adalah penghentian total kegiatan permukiman, ditemukannya rujukan yang jelas bagi proses perdamaian dan penerapan resolusi internasional yang berkaitan dengan penyelesaian konflik," kata Abbas.

Sementara itu, Abbas mengatakan, ia berencana pergi ke Mesir, Selasa, guna mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak mengenai perujukan internal Palestina dan mengakhiri percekcokan saat ini dengan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas).

Solana tiba di wilayah tersebut, tempat ia dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Arab dan Israel mengenai upaya untuk memajukan proses perdamaian Timur Tengah yang macet.

Solana mengatakan kepada wartawan bahwa ia datang ke wilayah itu "untuk bertukar pendapat dengan para pemimpin mengenai upaya untuk memajukan proses perdamaian dan melanjutkan perundingan perdamaian".

Sumber :
REUTERS
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu