ROMA, KOMPAS.com-Presiden Mesir Hosni Mubarak menyatakan dunia Muslim prihatin atas pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina, kata kantor berita ANSA.
Mubarak, yang bertemu dengan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dalam kunjungannya ke Roma, juga mengecam yang digambarkannya sebagai upaya Israel "menelan" Jerusalem.
"Kelanjutan Israel membangun permukiman mencemaskan bukan hanya rakyat Palestina, tapi seluruh dunia Islam," kata Mubarak.
Masyarakat antarbangsa menyatakan permukiman Israel di seluruh Tepi Barat, termasuk Jerusalem timur, tidak sah dan kesulitan utama bagi kesepakatan perdamaian Timur Tengah.
Amerika Serikat menuntut pembekuan mutlak pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem timur, yang Palestina inginkan untuk negara masa depan mereka. Tapi, Israel hingga kini berkelit dari seruan tersebut.
Nasib Jerusalem, dengan tempat keramat bagi umat Nasrani, Yahudi dan Muslim, adalah salah satu persoalan paling peka dalam berdasawarsa kemelut Timur Tengah. Israel menduduki Jerusalem timur pada 1967 dan mencaploknya dalam tindakan yang tidak diakui masyarakat Internasional.
