Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:19 WIB
Liga Arab Tuduh Dana AS Biayai Permukiman Israel
Tri Mulyono | ono | Minggu, 18 Oktober 2009 | 17:43 WIB
|
Share:

AP PHOTO/BERNAT ARMANGUE
Konstruksi dari salah satu pengembang perumahan di Tepi Barat, Maaleh Adumim, di pinggiran Jerusalem, Minggu (6/9). Perdana Menteri Israel Netanyahu mengumumkan pembangunan ratusan apartemen baru untuk permukiman Yahudi. Sebuah keputusan yang bakal mengundang kontroversi, baik dari pihak Palestina maupun Amerika Serikat yang tengah merintis upaya damai Palestina-Israel.

TERKAIT:

KAIRO, KOMPAS.com-Liga Arab mendesak pemerintah Presiden AS Barack Obama untuk mencegah perhimpunan Amerika mengumpulkan dana untuk membiayai pembangunan permukiman di Jerusalem Timur, yang dicaplok Israel.

Seperti dilaporkan AFP, Mohammad Sobeih, Wakil Sekjen Liga Arab yang memimpin urusan Palestina, mengatakan kepada wartawan dana AS itu telah digunakan untuk aksi bermusuhan dan tidak sah yang merintangi jalan untuk mencapai perjanjian perdamaian.

Perhimpunan itu, yang dibebaskan dari pajak, telah membantu untuk membiayai pembangunan permukiman Israel di Kota Tua dan di distrik-distrik lain di Jerusalem Timur, menurut laporan yang dikumpulkan oleh kantor Liga Arab di Washington.

Sobeih menyatakan laporan tersebut menunjukkan sejumlah dari dana itu telah digunakan untuk menyita properti dari warga Palestina dan mengusir mereka. Ia merujuk secara khusus kepada kelompok nasionalis "American Friends of Ateret Cohanim".

Lembaga amal itu, yang dibiayai oleh miliarder Yahudi Amerika Irving Moskowitz, telah dikaitkan dengan proyek permukiman Yahudi di Tepi Barat, yang diduduki, termasuk Jerusalem Timur.

Namun kelompok tersebut membantah laporan bahwa dana Amerika tersebut "untuk membiayai pembelian tanah yang diperselisihkan".

Pemerintah Presiden AS Barack Obama telah mendesak dengan keras kepada Israel agar menghentikan semua kerja pembangunan di tanah Palestina yang diduduki sebelum dimulainya lagi pembicaraan perdamaian Timur Tengah. Israel sejauh ini menolak keras permintaan itu.

Sumber :
ANT
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu