KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Kabinet Maladewa Rapat di Bawah Laut
Sabtu, 17 Oktober 2009 | 21:03 WIB

KOMPAS.com-Pemerintah Maladewa rapat sekitar 5 meter di bawah permukaan laut untuk memperingatkan adanya ancaman pemanasan global.

Presiden Mohamed Nasheed dan kabinetnya menandatangani satu dokumen yang meminta pengurangan emisi karbon.

Para menteri kabinet menghabiskan waktu setengah jam di dasar laut dan berkomunikasi dengan papan tulis putih dan isyarat tangan. Para pejabat dari negara pulau yang rendah ini mengatakan kegiatan menyelam itu "menyenangkan" namun tujuannya mengirim pesan serius.

Maladewa terletak rata-rata 2,1 meter di atas permukaan laut dan pemerintah itu mengatakan negara itu terancam hilang jika permukaan laut naik.

Tiga dari 14 menteri kabinet tidak hadir dalam rapat bawah laut itu setelah dua orang tidak mendapat izin kesehatan dan satu menteri berada di luar negeri. Sumber di pemerintah menyebut Presiden Nasheed dan anggota kabinet yang hadir sebelumnya melakukan latihan bernapas dengan perlahan agar bisa menjaga kestabilan mental dalam melakukan pertemuan itu.

Hari Rabu (16/10) para menteri berlatih menyelam di lepas pulau Girifushi sekitar 20 menit dari ibukota Male.

Sekitar 5 meter di bawah laut di laguna berwarna biru-hijau di satu pulau yang merupakan tempat latihan militer, para menteri bertemu sementara para wartawan meliputnya.

Setiap menteri ditemani seorang pelatih selam dan penjaga militer. Saat di bawah laut mereka menandatangani satu dokumen sebelum Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen pada bulan Desember, yang meminta seluruh negara mengurangi emisi karbon.

Para pemipin dunia akan hadir dalam pertemuan yang bertujuan membuat satu kesepakatan baru untuk mengganti Protokol Kyoto tahun 1997 yang akan habis masa berlakunya tahun 2012.

Penulis: ONO   |   Editor: ono   |   Sumber : AP,BBC Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.