Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:15 WIB
IED, Senjata Pilihan Kelompok Taliban
| jimbon | Sabtu, 17 Oktober 2009 | 06:38 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Dua teknisi perang militer AS tengah dalam perburuan bom tepi jalan pada 24 Agustus lalu di Howz-e-Madad, sebelah barat Provinsi Kandahar, Afganistan. Dari dalam kendaraan lapis baja yang mereka kendarai, mereka melihat sebuah bom rakitan (improvised explosive device/IED) yang dikendalikan dari jarak jauh.

Sebuah wadah plastik berwarna kuning dengan kabel berjuntaian keluar ditanam di sebuah jalur di tepi jalan, di seberang sebuah gubuk. ”Kami melihatnya dan menyusun pengamanan untuk menetralkannya,” kata Michael Lawson, spesialis bahan peledak, kepada kantor berita AFP, Jumat (16/10).

Murah, sulit dideteksi, dan mematikan. Itulah IED yang telah menjadi senjata pilihan kelompok Taliban melawan tentara asing dan pasukan Pemerintah Pakistan. Diperkirakan, IED menyebabkan tiga perempat kematian di pihak tentara asing.

Situs globalsecurity.org menyebutkan, sebuah IED hampir bisa berasal dari apa saja dengan sembarang jenis material dan pemicu. IED adalah alat rakitan yang didesain untuk menyebabkan kematian dengan menggunakan bahan peledak saja atau kombinasi bahan peledak dengan bahan kimia beracun, bahan biologi beracun, dan material radiologis.

Ukuran, metode fungsi, wadah, dan cara peledakannya bisa bermacam-macam. Yang unik adalah pembuat IED harus berimprovisasi dengan bahan-bahan yang dimilikinya.

Sederhana

Sebuah laporan di situs surat kabar The Washington Times menyebutkan, kelompok Taliban telah membuat IED yang lebih sederhana dan lebih murah dengan komponen nonlogam yang lebih sulit dideteksi, seperti plastik.

Pengalihan dari bom yang lebih besar ke IED memungkinkan Taliban membuat lebih banyak senjata dan menyembunyikannya di lebih banyak tempat untuk menewaskan lebih banyak pasukan asing, baik di Pakistan maupun Afganistan.

Perubahan dari bahan peledak berbahan logam menjadi berbahan plastik menyulitkan bagi tentara asing untuk mendeteksi IED yang dikubur dengan pendeteksi ranjau.

Sebuah laporan rahasia tentang IED di Pentagon menyebutkan, tentara patroli di area sekitar Now Zad, Kandahar, menghadapi ancaman konstan dari IED tersembunyi.

”Meskipun Taliban masih menggunakan senjata kecil dan granat, mereka semakin fokus pada manfaat IED. Lebih kecil, lebih ringan, lebih cepat dibuat, IED menjadi faktor signifikan untuk menyebut Now Zad lokasi paling berbahaya,” demikian laporan itu. (afp/fro)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu