RAMALLAH, KOMPAS.com - Palestina menyambut baik langkah Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengesahkan sebuah laporan kecaman yang menuduh baik Israel maupun Hamas melakukan kejahatan perang dalam konflik di Jalur Gaza. Resolusi kecaman itu disahkan dengan 25 suara mendukung, enam menentang dan 11 abstain, kata ketua Dewan HAM PBB Alex Van Meeuwen.
"Otoritas Palestina menyambut baik keputusan Dewan HAM PBB itu dan kami berharap hal ini akan ditindaklanjuti di Dewan Keamanan PBB untuk memastikan kejahatan Israel seperti itu tidak terulang lagi," kata ketua perunding Palestina Saeb Erakat kepada AFP.
Israel belum memberikan reaksi segera atas laporan Dewan HAM PBB itu. Namun, Kamis malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Dewan HAM PBB menolak resolusi tersebut.
Di Gaza, Hamas juga menyetujui langkah itu dan berterima kasih kepada negara-negara yang telah mendukung laporan kecaman tersebut. Juru bicara Hamas Taher al-Nunu berharap laporan itu akan mengarah pada persidangan para pemimpin pendudukan Israel.
Hamas tidak menyinggung-nyinggung kenyataan bahwa pihaknya juga dikecam oleh misi pencari fakta yang dipimpin mantan jaksa kejahatan perang internasional Richard Goldstone yang menyelidiki konflik 22 hari di Gaza yang diluncurkan Israel dengan dalih membalas penembakan roket dari wilayah Palestina tersebut.
Laporan itu mendapati bahwa baik Israel maupun Hamas yang menguasai Gaza melakukan kejahatan perang dan mungkin kejahatan atas kemanusiaan selama konflik tersebut. Laporan Goldstone itu merekomendasikan penyerahan hasil penyelidikan itu ke jaksa Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag jika Israel dan Hamas tidak melakukan penyelidikan terpercaya dalam kurun waktu enam bulan.
Perang di sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember tahun lalu. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.
Operasi "Cast Lead" Israel yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza.
Militer Israel menyatakan, lebih dari 200 roket dan bom ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel sejak berakhirnya ofensif 22 hari negara Yahudi itu terhadap Hamas yang menguasai Gaza, pada Desember dan Januari.
Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.
Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah - Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Uni Eropa, Israel dan AS selama ini telah memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.


