Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:48 WIB
Garis Keras Militan Ancam Buat Serangan
Josephus Primus | primus | Jumat, 16 Oktober 2009 | 19:49 WIB
|
Share:

LAGOS, KOMPAS.com — Sempalan Gerakan untuk Pembebasan Delta Niger (Mend) diduga pimpinan Henry Okah, Jumat (16/10), mengancam membuat serangan kembali ke industri perminyakan. Sementara itu, Mend menyerukan gencatan senjata di tengah gelombang tawaran amnesti dari presiden.

Sebagian komandan kelompok itu dan ribuan milisi telah dilucuti senjatanya berdasarkan kesepakatan itu. Disebutkan, pemerintah Nigeria tidak melakukan apa pun untuk menangani masalah mendasar di Delta Niger.

"Gerakan untuk Pembebasan Delta Niger memulai lagi serangan terhadap industri perminyakan Nigeria, militer Nigeria, dan sekutunya mulai berlaku pukul 00.00, Jumat 16 Oktober," kata kelompok itu dalam sebuah surat elektronik.

Mend mengumumkan genjatan senjata 60 hari sejak 15 Juli untuk membuka perundingan damai tidak lama setelah Okah dibebaskan dari penjara.

Gencatan senjata diperpanjang satu bulan pada pertengahan September meskipun tidak ada pembahasan formal dengan pemerintah.

Pekan lalu pihak berwenang di Nigeria menyatakan, 15.000 militan aktif di Delta menyerah berdasarkan amnesti dua bulan yang berakhir 4 Oktober.

Wartawan BBC di Nigeria, Caroline Duffield, mengatakan, kelompok sempalan menyebut upacara perlucutan senjata itu rekayasa dan bertekad bahwa mereka tidak akan menghentikan kekerasan.

Sumber :