Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:05 WIB
Korut Tuduh Kapal Perang Korsel Langgar Perbatasan
Egidius Patnistik | Abd | Kamis, 15 Oktober 2009 | 16:26 WIB
|
Share:

AP/Newsis, Hong Chan-sun
Warga Korsel Lee Jung-ho (kiri) terbawa dalam suasana penuh haru bersama kakaknya Lee Kwae Seok yang berkewarganegaraan Korea Utara dalam reuni di Korea Utara, 26 September 2009. Lee Kwae Seok sempat bergabung dengan militer Korea Selatan dan dipenjara oleh Korea Utara selama Perang Korea.

TERKAIT:

SEOUL, KOMPAS.com - Angkatan laut Korea Utara (Korut), Kamis, menuduh Korea Selatan (Korsel) mengirim kapal-kapal perang melintasi perbatasan laut dan mengatakan "provokasi-provokasi militer yang nekad" itu dapat memicu bentrokan senjata.

Komando angkatan laut negara komunis itu mengatakan, pada hari Senin saja kapal-kapal perang itu memasuki perbatasan tersebut 10 kali dengan alasan kapal-kapal penangkap ikan Korut memasuki perairan Korsel.

"Provokasi-provokasi militer yang nekad oleh kapal-kapal perang angkatan laut Korsel itu telah menimbulkan situasi serius bagi pecahnya bentrokan senjata antara kedua pihak di perairan ini," kata komando angkatan laut itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi KCNA.

Pernyataan itu mengatakan, aksi-aksi itu adalah bagian dari "tindakan-tindakan yang telah dipersiapkan untuk dengan sengaja meningkatkan ketegangan di perairan itu, satu lokasi rawan konflik, dan memperburuk hubungan Korut-Korsel kembali. "Adalah jelas bagi siapa pun bahwa konsekuensi-konsekuensi dari tindakan itu akan terjadi bentrokan senjata ketiga di Laut Barat Korea (Laut Kuning)," kata komando itu dan menambahkan, "Peringatan-peringatan itu akan disusul dengan tindakan-tindakan."

Korut menolak menyetujui perbatasan Laut Kuning yang dikenal sebagai Garis Batas Utara, yang secara sepihak ditetapkan pasukan PBB setelah Perang Korea tahun 1950-1953. Bentrokan berdarah angkatan laut antara kedua negara terjadi tahun 1999 dan 2002.

Korut sering menuduh Korsel melanggar garis perbatasan laut itu. Tetapi tuduhan-tuduhan Kamis itu datang walaupun ada usaha-usaha perdamaian baru-baru ini oleh Pyongyang.

Sejak Agustus Korut membebaskan lima tahanan Korsel, mengurangi  pengekangan terhadap operasi-operasi kawasan industri bersama, mengirim utusan-utusan untuk berembuk dengan Presiden Korsel Lee Myung Bak dan menyetujui dilanjutkan program reuni keluarga. Rabu, Korut menyatakan belasungkawa atas tewasnya enam warga Korsel bulan lalu. Mereka meninggal akibat hanyut oleh banjir di perbatasan setelah Korut membuka pintu-pintu air bendungan tanpa peringatan.

Sumber :
ANT
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu