Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:03 WIB
Indonesia Latih Palestina Berbisnis
Tri Mulyono | ono | Kamis, 15 Oktober 2009 | 10:56 WIB
|
Share:

AP PHOTO/BERNAT ARMANGUE
Aktivis Palestina berkumpul di dekat pagar pembatas yang dipasang Israel, Jumat (21/8), di desa Bilin, Tepi Barat, Palestina. Kota Bilin berada di dekat Ramallah, markas pemerintahan Fatah.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com-Pemerintah Republik Indonesia mendukung terbentuknya negara berdaulat Palestina dengan memberi pelatihan pelaku usaha bagi negara sahabat itu sesegera mungkin, demikian Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan SDM KUMK Neddy Rafinaldi Halim di Jakarta, Kamis (15/10).

"Indonesia sudah berkomitmen untuk membantu pelatihan pembangunan karakter pelaku usaha," kata Neddy.

Pelatihan pertama akan dilaksanakan pada Juni 2010 bagi 40 pelaku usaha Palestina dan digelar di Jakarta, dengan menerjukan langsung tenaga pemberi materi latihan. "Kita sudah anggarkan pada program 2010 sampai 2014 untuk memberikan pelatihan pembangunan karakter pelaku usaha bagi Palestina di Indonesia," katanya.

Pembangunan karakter pelaku usaha dinilai mendesak untuk mempersiapkan generasi perintis pelaku usaha di Palestina yang rencananya dimulai pertengahan 2010 nanti dengan mengundang birokrat dan pelaku usaha negara itu.

"Proporsi yang kita usulkan untuk tahap pertama 10 orang dahulu, tiga dari kalangan birokrat dan tujuh pelaku usaha atau tokoh," katanya. Indonesia akan menanggung seluruh biaya pelatihan dan akomodasi peserta pelatihan, yang dianggarkan mencapai Rp 600 juta.

Indonesia telah lebih dulu melihat langsung kondisi ekonomi Palestina dimana pelaku usahanya selalu dihantui ketakutan berusaha karena konflik. Selama ini sebagian besar masyarakat di negeri itu hanya menjadi pekerja dari industri besar yang dikembangkan Israel termasuk industri alat berat dan persenjataan. "Di Palestina tidak ada sentra usaha yang berkembang sehingga nyaris tidak memiliki produk unggulan," katanya.

Sumber :
ANT
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu