DOHA, KOMPAS.com - Semua pihak terkait mesti melakukan upaya yang diperlukan ke arah pembangunan kembali kepercayaan untuk menghasilkan suasana yang kondusif bagi penyelesaian menyeluruh krisis Darfur, Sudan demikian isi pernyataan dari satu konferensi internasional di ibu kota Qatar, Doha, Rabu (14/10).
Semua pihak terkait mesti menghargai peluang pembicaraan perdamaian di Doha untuk mencapai konsensus guna mencapai penyelesaian akhir dan menyeluruh, kata pernyataan tersebut --yang dikeluarkan pada Lokakarya teknis mengenai Perdamaian Darfur.
Acara tiga hari itu, yang berlangsung dari Senin sampai Rabu, dihadiri para ahli dari PBB, Uni Afrika, Uni Eropa, dan utusan dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, demikian laporan kantor berita Qatar.
Para ahli tersebut membahas berbagai masalah termasuk dilanjutkannya pembicaraan perdamaian mengenai krisis Darfur dan cara menuju penyelesaian menyeluruh krisis di wilayah Sudan tersebut.
Pertempuran yang meletus pada 2003 antara pemberontak etnik dengan pasukan militer Sudan telah membuat sebanyak 300.000 orang tewas dan 2,7 juta orang lagi mengungsi, demikian perkiraan PBB.
Dewan Keamanan PBB tahun lalu mengirim pasukan cangkokan, UNAMID (operasi Cangkokakn PBB/Uni Afrika di Darfur), ke wilayah yang mudah bergolak itu dalam upaya melindungi warga sipil.
Sebagai penengah utama antara pemerintah Sudan dan kelompok pemberontak, Qatar telah menjadi tuan rumah beberapa babak perundingan. Akan tetapi, upaya itu nyaris tak ada kemajuan yang telah dicapai karena semua pihak enggan untuk menjembatani perbedaan mereka dan berpegang teguh pada posisi mereka.


