Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:02 WIB
Sayonara Afganistan!
Josephus Primus | primus | Kamis, 15 Oktober 2009 | 03:06 WIB
|
Share:

ilustrasi
Personil Pasukan Bela Diri Jepang mengikuti latihan untuk menghilangkan substansi kimia tak dikenal dengan pakaian lengkap antibahan kimia di Pelabuhan Yokohama, Kanagawa, 15 Oktober 2007

TERKAIT:

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang akan mengakhiri misi mendukung operasi militer pimpinan Amerika di Afganistan, demikian menurut menteri pertahanan Toshimi Kitazawa. Kitazawa mengatakan misi itu berakhir sesuai dengan habisnya mandat pada Januari depan.

Namun, ia mengisyaratkan Jepang akan bisa terus melakukan dukungan hanya dalam bentuk yang berbeda.

Pemerintah Jepang yang sekarang memenangi pemilu Agustus lalu pada salah satu janji kampanyenya mengurangi ketergantungan dari militer Amerika.

Misi Afganistan yang dilakukan Jepang selama delapan tahun itu pada dasarnya adalah menyediakan bahan bakar dan dukungan logistik bagi militer Amerika di Lautan Hindia dan sejak lama menjadi perdebatan panas di Jepang.

Para pengritiknya di Jepang mengatakan keterlibatan Jepang melanggar undang undang antipeperangan Jepang, yang pada prinsipnya membatasi peran militer Jepang sekadar usaha bela diri.

Komitmen yang tidak jelas

Pernyataan Kitazawa muncul setelah menteri luar negeri Katsuya Okada mengatakan kepada wartawan di Islamabad akan sulitnya melanjutkan misi militer itu. "Jepang tidak mempunyai rencana untuk mengajukan usulan perpanjangan misi ke parlemen Jepang," kata Kitazawa.

Ini merupakan isyarat paling jelas dari pemerintah baru Jepang bahwa misi itu akan berakhir, walau komitmen Jepang terhadap operasi militer internasional di Afganistan tetap tidak jelas.

Sekretaris kabinet Hirofumi Hirano dikutip oleh kantor berita Kyodo mengatakan para menteri masih merumuskan sikap mereka akan apa yang sebaiknya dilakukan untuk kawasan itu. Menurutnya pemerintah Jepang ingin merumuskan sesuatu yang nyata dan mencakup berbagai aspek penting sebelum Presiden barck Obama berkunjung ke Jepang bulan depan.

 
 

 

Sumber :
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu