Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:57 WIB
Menurun, Dukungan Inggris kepada Misi Afganistan
Tri Mulyono | ono | Rabu, 14 Oktober 2009 | 13:39 WIB
|
Share:

AFP
Pasukan Inggris dari Batalyon The Royal Welsh bersama pasukan AS dari Kompi Bravo 1-58 menggeledah dusun Biabanak untuk memburu milisi Taliban di provinsi Kandahar, sekitar 400 kilometer barat daya Kabul.

TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com-Seruan agar pasukan Inggris ditarik dari Afganistan kian meningkat berkaitan dengan banyaknya korban yang tewas di medan perang itu, menurut satu jajak pendapat yang diterbitkan Rabu (14/10).

Pada saat Perdana Menteri Gordon Brown mempersiapkan pengiriman ratusan tentara tambahan ke provinsi Helmand, survei menunjukkan lebih dari sepertiga responden percaya bahwa semua pasukan Inggris harus ditarik dari kawasan itu, sebagaimana dikutip dari AFP.

Angka ini meningkat menjadi 36 persen dari 29 persen pada pertengahan September lalu, kata jajak pendapat yang dilakukan Populus untuk surat kabar The Times.

Jumlah responden wanita berpendapat pengiriman 9.000 tentara Inggris adalah tidak mudah, dan empat dari 10 responden ingin agar pasukan Inggris ditarik, atau meningkat dari posisi bulan lalu, tiga dari 1O responden wanita menghendaki penarikan.

Survei juga mengungkapkan penentangan terhadap mantan kepala angkatan bersenjata, Jenderal Richard Dannatt, yang dipilih sebagai penasihat oposisi Konservatif, yang memimpin Partai Buruh dalam jajak pendapat dengan pemilihan yang diperkirakan Juni depan.

Sekitar 48 persen responden percaya Dannatt, yang telah mengecam keras pemerintah berkaitan dengan peralatan tentara Inggris di Afganistan, adalah keliru jika akan menjadi besar di partai politik hanya enam pekan setelah dia pensiun dari militer.

Sejumlah 221 tentara Inggris telah tewas di Afganistan sejak serangan yang dipimpin AS pada tahun 2001. Dari jumlah itu, sedikitnya 190 tewas dalam pertempuran, kata Kementerian Pertahanan.

Sumber :
ANT
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu