DEN HAAG, KOMPAS.com-Mantan pemimpin Bosnia Serbia Radovan Karadzic gagal mendapatkan pengampunan dalam sidang tribunal di Den Haag.
Namun, ia berhasil mendapatkan penangguhan permulaan sidang. Sidang dijadwalkan 21 Oktober namun ditunda beberapa bulan dengan dalih Karadzic membutuhkan waktu tambahan untuk menyiapkan diri.
Karadzic yang dijuluki "jagal Karadzic" didakwa 11 kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan termasuk pembunuhan besar-besaran (genosida). Karadzic dituduh terlibat pembantaian sekitar 8.000 pria dan anak-anak selama perang Bosnia di Srebrenica pada 1995.
Karadzic ditangkap di Beograd pada Juli 2008 setelah 11 tahun bersembunyi. Dia menolak semua dakwaan dan minta dibebaskan sebagaimana dijanjikan utusan AS. Ia mengaku ditawari ampunan oleh mantan mediator AS Richard Holbrooke pada 1996 jika mau menjauhkan diri dari publik. Holbrooke berulangkali membantah pernyataan Karadzic.
Dalam putusannya, Selasa (13/10), hakim menyatakan: "Bahkan jika kesepakatan itu terbukti, tidak akan membatasi kewenangan pengadilan tribunal."


