Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:57 WIB
Netanyahu Berikrar Bela Israel dari Tudingan PBB
Egidius Patnistik | ono | Selasa, 13 Oktober 2009 | 16:27 WIB
|
Share:

YERUSALEM, KOMPAS.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan kecaman keras terhadap laporan penyelidik PBB mengenai konflik di Jalur Gaza, dan berikrar takkan pernah membiarkan orang Israel diadili di pengadilan internasional karena dugaan kejahatan perang di dalam laporan tersebut.

"Kami takkan membiarkan Ehud Olmert, Tzipi Livni, dan Ehud Barak, yang mengirim putra kami ke dalam perang, mencapai Pengadilan Internasional Den Haag," kata Netanyahu saat berpidato pada pembukaan sidang musim dingin Knesset (parlemen Israel), Senin, sebagaimana dilaporkan kantor berita Ynet.

Perdana Menteri Israel itu dengan keras mengecam laporan PBB soal Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa laporan tersebut dan misi penyelidikan PBB "menyimpang". Misi PBB yang dipimpin oleh hakim Richard Goldstone mengatakan dalam satu laporan bulan lalu bahwa misi itu telah menemukan bukti pasukan Israel dan Palestina melakukan "kejahatan perang" selama konflik Israel-Palestina di Jalur Gaza dari 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009.

Laporan tersebut, dengan menggunakan halaman besar yang menggambarkan perilaku tak bermoral tentara Israel, menyatakan operasi militer di Jalur Gaza ditujukan terhadap penduduk Jalur Gaza pada umumnya guna memajukan kebijakan umum yang sasarannya ialah menghukum penduduk Jalur Gaza dan melancarkan kebijakan terencana untuk menggunakan kekuatan yang tidak sebanding terhadap penduduk sipil.

Misi penyelidikan itu juga mendesak Israel dan Palestina agar melakukan penyelidikan terpisah yang tak memihak atau menghadapi tindakan yang mungkin dilakukan oleh Pengadilan Pidana Internasional. Pengadilan tersebut mungkin melakukan dengar pendapat terhadap politisi dan perwira Israel yang terlibat dalam operasi itu.

Netanyahu, yang membela operasi Israel di Jalur Gaza dalam pidato di Knesset, mengatakan, itu adalah "operasi bela diri" terhadap serangan roket gerakan Hamas ke Israel. "Israel takkan meraih peluang apa pun bagi perdamaian jika tak dapat mempertahankan dirinya," tambahnya.

Perdana Menteri tersebut menyampaikan komentar serupa awal bulan ini, dan mengatakan itu dapat menjadi "pukulan mematikan" terhadap kemajuan perdamaian Israel-Palestina jika Dewan Hak Asasi Manusia PBB memutuskan untuk mengesahkan laporan tersebut. "Mendorong kesimpulan mengenai Laporan Goldstone akan menghancurkan proses perdamaian," kata Netanyahu kepada kabinetnya saat itu.

Sumber :
ANT