KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Mata Uang Anyar Bernama Mata Uang Teluk
Selasa, 13 Oktober 2009 | 02:00 WIB

KUWAIT, KOMPAS.com - Kuwait mendukung kuat peluncuran Teluk Uni Moneter dan mata uang tunggal Teluk tepat waktu pada Januari 2010. Menteri muda keuangan mengatakan Senin (12/10), sehari setelah kementerian menuntut penundaan.
    
"Kuwait sangat mendukung uni moneter Teluk dan peluncuran mata uang tunggal seuai jadwal pada Januari," kata Hamada Khalifa dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Kuna.
    
"Kuwait sangat ingin bekerja sama dengan mitra dalam Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) di semua tingkatan untuk mempercepat penyelesaian semua masalah yang berkaitan dengan peluncurkan mata uang tunggal pada target tanggal pada Januari 2010," imbuhnya.
    
Pada Minggu, sebuah pernyataan oleh departemen keuangan yang disiarkan Kuna menyerukan keterlambatan tanggal peluncuran 2010 untuk memungkinkan komite dan pihak-pihak yang bersangkutan  menyelesaikan masalah teknis yang belum selesai.
    
Kuwait adalah salah satu dari empat negara-negara Teluk yang menandatangani perjanjian pada Juni untuk menciptakan dewan serikat moneter bersama dan meluncurkan mata uang tunggal dengan  Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain penandatangan yang lain.
    
Dua anggota GCC yang lain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, tidak turut menandatangani setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek tersebut.
    
UAE kesal pada pemilihan ibu kota Saudi, Riyadh, untuk menjadi tuan rumah bank sentral  masa depan GCC. Sementara, Oman menarik diri dari serikat moneter mengatakan karena belum siap untuk memenuhi prasyarat.
    
Hamada mengatakan kabinet Kuwait telah menyetujui uni moneter dan dewan moneter dan mengirimnya ke parlemen untuk diratifikasi.  Negara-negara Teluk telah sepakat pada sejumlah kriteria teknis untuk uni moneter tetapi sejumlah isu lain tetap belum terpecahkan.
    
Kuwait adalah tuan rumah KTT tahunan GCC yang akan datang pada Desember yang diperkirakan akan mengambil keputusan tentang mata uang tunggal.
    
Pada pertemuan puncak mereka di Bahrain pada 2001, para pemimpin GCC menetapkan 2010 sebagai target untuk memulai uni moneter dan mata uang tunggal, tetapi banyak ahli percaya bahwa target itu terlalu ambisius dan tidak realistis.

 

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.